Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Derby Jateng Liga 1 Memakan Korban "Gojekan Malah Kebablasan"

Niko auglandy • Senin, 18 September 2023 | 17:23 WIB
MIRIS: Foto hasil rontgen korban luka di bagian kepala karena kena lemparan batu di Kartasura. Foto kanan; kerangka sepeda motor yang dibakar di daerah Kartasura.
MIRIS: Foto hasil rontgen korban luka di bagian kepala karena kena lemparan batu di Kartasura. Foto kanan; kerangka sepeda motor yang dibakar di daerah Kartasura.

RADARSOLO.COM - Laga sarat gengsi antara Persis Solo melawan PSIS Semarang di Stadion Manahan, Sabtu malam (16/9), ternyata memakan korban.

Ada satu orang harus menjalani operasi, karena luka di bagian kepala, yang kemungkinan terkena benda keras.

Ono sing lagi neng pinggir dalan nonton konvoi, batuke keno watu mabur. Sesok kudu operasi. Mugo lancar yo dek,” tulis cuitan akun X (dulu Twitter) @Pasoepati.

DPP Pasoepati mengakui sudah mendengar kabar tersebut, dan saat ini pihaknya masih mendata lebih lanjut apakah ada korban lainnya.

“Ini kejadiannya terjadi di Sukoharjo, kabarnya bukan suporter, tapi warga biasa yang tengah melintas. Tapi kami masih akan telurusi lagi,” tutur Presiden DPP Pasoepati Agos Warsoep kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Dia mengakui tidak mengetahui secara pasti kejadiannya seperti apa, karena saat ini masih menelusuri kronologisnya.

Tak hanya satu kejadian ternyata, ada kejadian lainnya  di sekitar Kartasura juga usai pertandingan berlangsung.

Ada satu motor warga dibakar oknum suporter usai pertandingan. Ini imbas dari bentrok di daerah Purwogondo, Kartasura. Motor warga yang dibakar berplat nomor AD 6695 FI, milik Faisal, warga RT 01/ RW 01 Purwogondo, Kartasura. Pemilik motor kabarnya awalnya keluar rumah hendak membeli makan, ternyata malah menjadi korban salah sasaran bentrok oknum suporter. Selain membakar motor korban, para pelaku juga mengeroyok dan menganiaya korban hingga luka-luka. Berdasar keterangan saksi, kejadian pembakaran dan penganiayaan terjadi sekira pukul 21.45 hingga pukul 22.30. Pertandingan Persis vs PSIS berakhir pada pukul 20.45.

“Ini juga kejadiannya lepas dari Kota Solo semua, titik kejadian semuanya ada di daerah sana (Kartasura). Saya sebenarnya sempat mengawal rombongan suporter PSIS sampai Bolon, tapi ternyata lepas dari situ tak lama malah ada kejadian,” tuturnya.

Agos mengakui di venue pertandingan, tak ada chaos yang berlebih. Sebatas ece-ecenan vokal sebelum maupun saat pertandingan di sekitar Manahan.

“Kami harap ini jangan sampai terulang lagi. Gojekan yang dimaksud Solo dan Semarang itu jangan sampai kebablasan seperti ini. Kalau sampai bakar motor, jelas ini sudah salah besar. Yang pasti saya tidak mau menyalahkan siapapun. Ini jadi introspeksi bersama. Harus dievaluasi antara pihak kami dan Semarang,” tuturnya.

Di lain sisi, saat kejadian ada juga suporter PSIS yang terjatuh dari atas tribun Manahan. Kabarnya saat ini dia harus menjalani operasi karena tulang lehernya patah.

“Kalau ini kejadiannya, dia mau nampani air mineral yang dilempar dari bawah untuk diminum suporter PSIS. Sepertinya kebablasan pas di pinggir tribun mau nampani air mineralnya, trus jatuh ke bawah. Suporter Semarang sempat bingung, karena dia (korban) datang sendirian kabarnya. Jadi tidak tahu itu dari komunitas mana,” tuturnya.

Di lain sisi, rencananya awal pekan ini suporter Semarang akan datang ke Solo, untuk membahas kejadian usai derby Jateng ini. Termasuk kabarnya membantu berdonasi untuk para korban.

DPP Pasoepati membuka donasi publik, bertajuk Sengkuyung Bebarengan. DPP membuka donasi melalui sebuah rekening, yang nanti hasilnya akan diberikan kepada para korban.

“Saat ini kami masih mendata korbannya siapa saja, dan kejadiannya dimana saja. Semoga kejadian seperti ini tak terulang lagi,” harapnya.

Tak hanya DPP Pasoepati, komunitas Ultras 1923 hingga Campus Bois 1923 juga buka donasi untuk para korban, yang diumumkan di akun Instagram-nya, kemarin. (nik)

 

 

Editor : Andi Aris Widiyanto
#agoes warsoep #persis solo #manahan #Derby Jateng #bentrok #psis #kota solo #suporter