RADARSUKOHARJO.COM – Kemarau panjang diperkirakan baru akan berakhir pada akhir Oktober mendatang. Beruntung, stok pangan saat ini masih aman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, kemarau panjang mengakibatkan krisis air bersih di 40 dukuh di 16 desa tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Tawangsari, Bulu, dan Weru.
Menurut Ariyanto, setidaknya terdapat 2.838 kepala keluarga terdiri dari 10.327 jiwa terdampak krisis air bersih itu. Kondisi ini diprediksi masih akan terjadi sampai akhir Oktober mendatang. Jumlah jiwa terdampak kekeringan masih berpotensi bertambah.
”Prediksi sampai akhir Oktober. Potensi terdampak masih bisa bertambah,” jelasnya.
Terpisah, Wakil Pimpinan Badan Urusan Logistik (Bulog) Perwakilan Surakarta, Jawa Tengah, Andrew Ramadhan Shahab menegaskan, cadangan beras aman hingga akhir tahun ini. Stok atau ketersediaan beras di seluruh gudang Bulog Surakarta yang meliputi Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Sragen dan Boyolali sebanyak 18 ribu ton. Mencukupi kebutuhan seluruh wilayah yang dibawahi Bulog Surakarta.
Dia menyebutkan, cadangan beras tersebut aman bahkan untuk konsumsi masyarakat se eks Karesidenan Surakarta hingga Desember. Meskipun masa tanam terakhir tahun ini terancam tidak terjadi panen raya lantaran lahan kekeringan. Penyerapan panen raya diharapkan terjadi pada Januari 2024 mendatang.
”Kami sudah cek di lokasi penggilingan padi guna memastikan besaran harga gabah,” kata Andrew belum lama ini.
Andrew mengatakan, Bulog selama ini melakukan dua skema penyerapan gabah petani. Yakni gabah jenis medium untuk cadangan pangan secara umum dan gabah untuk jenis beras premium untuk kebutuhan komersil. Harga beras medium dikontrol oleh pemerintah, sedangkan beras komersial mengikuti mekanisme pasar.
”Jadi memang ada perlakuan berbeda untuk dua komoditas pangan pokok tersebut. Target pasarnya pun berbeda antara dua jenis beras yang diserap Bulog. Masyarakat diminta tidak panik dengan ketersediaan beras dalam menghadapi musim kemarau dan kecenderungan kenaikan harga yang hampir merata disemua daerah,” tandasnya. (kwl/adi)
Editor : Damianus Bram