RADARSUKOHARJO.COM – Luas area tanam bawang merah di Sukoharjo mengalami kenaikan yang cukup siginifikan seiring meningkatnya ketertarikan petani milenial menanam bawang merah. Terlebih, bawang merah memiliki harga yang stabil dan usia tanam yang singkat.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, memasuki akhir September ini luas tanam bawang merah di Sukoharjo mengalami kenaikan. Saat ini, tanaman bawang merah tersebar di 10 kecamatan.
”Saat ini para petani milenial banyak tertarik tanam bawang merah. Sudah tersehar di 10 kecamatan,” kata Bagas Windaryatno, Jumat (29/9).
Menurut Bagas, semula luas tanam bawang merah hanya sekira 49 hektare (ha). Saat ini, sudah mencapai 63 ha di 10 kecamatan.
”Ini terus kami dampingi, kami bina. Kami kembangkan lagi luas lahannya di Tawangsari, Baki, Bendosari, Polokarto, Mojolaban dan Bulu,” ungkapnya.
Bagas menambahkan, harga bawang merah saat ini mencapai Rp 21.000 - Rp 22.000 mereka sudah untung. Karena ada efisiensi pembelian bibit dan bisa mempersiapkan bibit untuk tanam berikutnya, pihaknya mendorong petani milenial budidaya bawang merah dan anggur. Budidaya bisa dilakukan di lahan-lahan yang kering, tadah hujan sehingga tidak mengganggu produktivitas padi Sukoharjo.
”Silahkan, kami mendorong petani untuk tanam bawang merah dan anggur. Bisa memanfaatkan lahan tadah hujan, yang jarang ditanami padi. Kalau lahan yang dialiri irigasi teknis, tetap kita prioritaskan untuk padi,” kata Bagas.
Sementara itu, pengurus Asosiasi Bawang Merah Indonesia Gusman mengatakan, Kabupaten Sukoharjo sangat berpotensi ditanami bawang merah. Menurut dia, bawang merah memiliki harga yang stabil dan usia tanam yang singkat.
”Bawang merah itu hanya 2 bulan panen, dan selalu dibutuhkan ibu-ibu rumah tangga. Di setiap dapur pasti ada bawang merah. Makanya, harganya relatif stabil,” kata Gusman belum lama ini. (kwl/adi)
Editor : Damianus Bram