RADARSUKOHARJO.COM – Pintu air Dam Colo Timur dan Barat akan ditutup 16 Oktober mendatang. Paguyuban petani yang memanfaatkan irigasi Dam Colo, diimbau menyiapkan pompa air. Termasuk mencari sumber-sumber air alternatif.
Ketua GP3A Dam Colo Timur Sarjanto "Jigong" mengatakan, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) sudah menggeser penutupan Dam Colo. Dari awalnya 1 Oktober menjadi 16 Oktober.
“Pintu air Dam Colo di Kecamatan Nguter sudah pasti ditutup. Sebenarnya petani berharap tidak ditutup. Karena Oktober ini kondisi kering akibat kemarau, dan bersamaan dengan fenomena El Nino,” kata Jigong, kemarin (2/10).
Jigong berharap kepada para petani di wilayah timur Dam Colo, agar mulai menyiapkan sumber-sumber air alternatif. Ada baiknya pertani juga menservis diesel serta pompa-pompa airnya.
“Kalau dikeringkan 16 Oktober dan El Nino berkepanjangan, dikhawatirkan bukan hanya pertanian padi yang bermasalah. Kebutuhan air baku rumah tangga juga ikut terdampak,” beber Jigong.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno menyebut penutupan Dam Colo rutin dilaksanakan setiap tahun. Petani sudah terkondisikan untuk menyiasatinya, supaya kebutuhan air tetap terjaga.
“Kami sudah menerima pemberitahuan dari BBWSBS, terkait penutupan Dam Colo. Bahkan surat pemberitahuan ke petani juga sudah disosialisasikan. Caranya dengan memaksimalkan sumur-sumur yang ada. Baik bantuan pemerintah, pemerintah desa, maupun sumur yang dibangun mandiri oleh petani,” papar Bagas. (kwl/fer)
Editor : Damianus Bram