Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Masih Ada ODGJ Dipasung di Sukoharjo, Puskesmas Beri Obat Gratis

Iwan Kawul • Senin, 16 Oktober 2023 | 01:39 WIB
PENINJAUAN: Direktur RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, Yunia Wahdiyati menunjukan bangsal rawat inap penyakit jiwa, kemarin.
PENINJAUAN: Direktur RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, Yunia Wahdiyati menunjukan bangsal rawat inap penyakit jiwa, kemarin.

RADARSUKOHARJO.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo menemukan ada ribuan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tahun ini. Satu di antaranya masih mengalami pemasungan karena sering ditinggal keluarga bekerja.

Kepala Dinkes Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu mengatakan, hingga September ini masih ada 2.232 ODGJ di Kota Makmur. Satu di antaranya kadang dipasung keluarganya karena ditinggal bekerja.

”Ya ada satu yang dipasung, dari Bulu. Dipasung karena kadang ditinggal keluarganya kerja,” kata Tuti, kemarin (15/10).

Menurut Tuti, untuk yang dipasung saat ini masih berobat rutin di puskesmas setempat. Obat diberikan secara gratis karena ada program dari pemerintah. Menyusul banyaknya kasus ODGJ, saat ini di puskesmas sudah menyiapkan petugas kesehatan jiwa. Keberadaan petugas ini dapat membantu masyarakat untuk melakukan deteksi dan tata laksana kesehatan jiwa.

”Dinas kesehatan juga masih rutin melakukan deteksi, mencari, menemukan dan segera mengobati pasien ODGJ,” imbuhnya.

Direktur RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, saat ini RSUD Ir Soekarno Sukoharjo sudah memiliki bangsal rawat inap jiwa. Setidaknya tersedia enam tempat tidur dilayani oleh tiga dokter jiwa. Menurut Yunia, bangsal rawat inap jiwa berbeda dengan bangsal rawat inap pada umumnya. Bangsal rawat inap jiwa pada pintu dan jendela dilengkapi dengan teralis dan sarana olahraga, seperti tenis meja dan karambol.

”Ada teralisnya demi keamanan pasien, jika mungkin gejalanya itu muncul, mendengar sesuatu yang menyuruhnya pergi kan bahaya. Nah, itu ada yang namanya bangsal akut. Tapi kalau kondisinya sudah stabil, bisa merawat sendiri, bisa komunikasi akan kita keluarkan dari bangsal akut, supaya bisa bersosialisasi,” terangnya.

Di satu sisi, para tenaga kesehatan yang menangani kesehatan jiwa juga intensif berkomunikasi dengan keluarga pasien dan dinas kesehatan. Hal ini agar setelah dinyatakan sembuh, pasien dapat diterima oleh keluarga.

”Jadi sudah disiapkan, apa saja yang bisa dilakukan keluarga untuk mendukung pemulihan yang lebih lengkap,” tandasnya. (kwl/adi)

Editor : Damianus Bram
#dinkes sukoharjo #rsud ir soekarno sukoharjo #Kesehatan Jiwa #pasung #odgj #puskesmas