RADARSUKOHARJO.COM – Saluran Induk Colo Barat dan Timur, Kecamatan Nguter mulai dikeringkan Senin (16/10) hingga 30 hari ke depan. Warga tumplek mencari ikan. Nahas, satu orang malah kena setrum ikan miliknya sendiri.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, massa dari berbagai wilayah Sukoharjo dan sekitarnya menyemut di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo di pintu air Dam Colo, Desa Pengkol, Kecamatan Nguter.
Mereka membawa alat tangkap. Salah satunya setrum ikan. Banyak warga yang mencari posisi terbaiknya sejak Minggu (15/10/2023) malam.
"Saya sudah sejak jam 02.00. Di sini tempat terbaik. Ikannya ngumpul di tikungan pertama setelah pintu air," kata Kristanto, 55, warga Pengkol.
Jerih payahnya membuahkan hasil. Dua karung dipenuhi ikan berbagai jenis. Tidak semua dikonsumsi. Kristanto berencana menjualnya.
"Saya suka mencarinya saja. Ada kepuasan kalau dapat yang besar. Kalau ada yang mau beli, ya silakan saja,” terangnya.
Komandan SAR Kabupaten Sukoharjo Widodo melalui Wakil Komandan SAR Sukoharjo Muhklis mengatakan, 50 personel SAR gabungan dari berbagai komunitas dan unsur TNI-Polri dikerahkan untuk pengamanan dan pengawasan warga yang mencari ikan.
Ambulans disiagakan mengantisipasi kondisi kedaruratan. Ada beberapa lokasi yang perlu diwaspadai saat penutupan pintu air Dam Colo, yakni di atas dan bawah pintu Dam Colo, aliran Dam Colo timur dan Barat.
“Masing-masing titik yang diwaspadai butuh sekitar 10 personel. Tadi ada yang tersetrum alatnya sendiri karena berebutan tempat dengan yang menjaring ikan. Langsung dibawa ke RSUD Ir Soekarno, Sukoharjo," kata dia.
Korban adalah Sunanto, 50, warga Dusun Pendem, Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari. Beruntung nyawanya terselematkan. Tapi bagian tangan dan kaki masih kaku akibat tersetrum.
Sementara itu, Kepala Sub Divisi Jasa Air dan Sumber Air III/1 Perum Jasa Tirta I Fendri Ferdian menuturkan, penutupan Dam Colo untuk pemeliharaan saluran.
“Pemeliharaan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo," terangnya.
Ditambahkan Fendri, kegiatan buka tutup pintu air Dam Colo merupakan kegiatan lumrah oleh Perum Jasa Tirto. Namun, karena dengan kegiatan itu masyarakat sangat antusias, maka perlu ada kewaspadaan.
Pihaknya meminta dukungan dari unsur TNI-Polri dan SAR Kabupaten Sukoharjo. (kwl/wa)
Editor : Damianus Bram