RADARSUKOHARJO.COM – Sukoharjo selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah. Melalui komoditas padi yang tumbuh subur. Kini, ada komoditas alternatif untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Makmur. Melalui pengembangan kandang kambing komunal.
Kandang kambing komunal ini dikembangkan Pemerintah Desa (Pemdes) Pengkol, Kecamatan Nguter. Program ini merupakan implementasi dana desa untuk ketahanan pangan. Sudah dikembangkan sejak 2022 lalu.
“Di awal program kami bangun dua unit kandang komunal. Kemudian tahun ini kami anggarkan lagi satu unit kandang komunal,” kata Kepala Desa (Kades) Pengkol Sugiyo, kemarin (18/10).
Tiap kandang dianggarkan Rp 50 juta-Rp 60 juta. Anggaran digunakan untuk pembuatan kandang, pembelian bibit kambing, termasuk cadangan pakan.
“Ini merupakan program ketahanan pangan dari dana desa. Mungkin baru Desa Pengkol yang menganggarkan program ketahanan pangan untuk kandang komunal. Desa lain di Sukoharjo belum ada,” imbuh Sugiyo.
Sejatinya tiap kandang mampu menampung 15 ekor kambing. Namun karena masih menyesuaikan anggaran, tiap kandang saat ini hanya diisi 4-5 ekor kambing. “Bantuan turun ke kelompok ternak di tiga dusun. Masing-masing kelompok terdiri dari 10-15 orang,” beber Sugiyo.
Masing-masing kelompok punya mekanisme tersendiri dalam pengelolaan kandang komunal. Di antaranya pertemuan rutin dan penjadwalan pemeliharaan. “Sudah dibagi-bagi pekerjaannya. Setiap hari dijadwal anggota untuk memberi pakan, membersihkan kandang, dan lain-lain,” ungkap Sugiyo.
Sementara itu, meski sudah berjalan lebih dari setahun, saat ini kandang komunal tersebut belum bisa memberikan hasil bagi anggota kelompok. Karena mereka masih fokus pengembangbiakan kambing.
“Kunci keberhasilan kandang komunal ya dari kelompoknya itu. Pemerintah desa hanya pembinaan. Asal tiap kelompok kompak, pasti bisa jalan. Banyak desa yang datang karena tertarik dengan program kandang komunal ini,” papare Sugiyo. (kwl/fer)
Editor : Damianus Bram