RADARSUKOHARJO.COM – Setidaknya 16 titik pompa air sumur dalam di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto mulai diaktifkan. Hal ini menyusul dikeringkannya Saluran Induk Colo Timur pekan lalu.
Kepala Desa Karangwuni Hartono mengungkapkan, pihaknya telah membuat 16 sumur dalam. Anggaran digelontorkan dari dana desa 2020 dan dana desa 2022.
”Per titik sekira Rp 70 juta. Kedalaman sekira 100 meter,” kata Hartono, kemarin (23/10).
Menurut Hartono, per titik sumur dalam sanggup mengairi 5 hektare lahan pertanian. Sehingga, total area yang bisa dialiri oleh sumur dalam sekira 80 hektare.
”Total lahan pertanian di Karangwuni 118 hektare, jadi untuk titik sumur dalam masih kurang sekira 4-5 titik lagi supaya bisa memenuhi seluruh area pertanian,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan Hartono, pengelolaan sumur dalam diserahkan kepada P3A. Petani harus membayar Rp 15.000 per jam untuk biaya mengairi lahan sawahnya.
”Musim kemarau ini diaktifkan, kalau hari biasa musim hujan irigasi dipenuhi dari saluran Induk Colo Timur,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, saluran Induk Colo Timur dikeringkan. Sehingga pasokan irigasi terhenti. Sumur dalam ini menjadi salah satu sumber irigasi pada saat seperti sekarang ini.
”Ini sudah mau panen semua, jadi butuh air. Maka kami aktifkan sumur dalamnya,” tandas Hartono. (kwl/adi)
Editor : Damianus Bram