Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sumpah Pemuda, Momentum Bangkitkan Seni Reog

Iwan Kawul • Senin, 30 Oktober 2023 | 03:36 WIB
MERIAH: Pertunjukan Reog Ponorogo di depan kantor Kecamatan Polokarto pada Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10).
MERIAH: Pertunjukan Reog Ponorogo di depan kantor Kecamatan Polokarto pada Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10).

RADARSUKOHARJO.COM – Lima paguyuban reog unjuk kebolehan di depan Kantor Kecamatan Polokarto pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10).

Kegiatan ini diselenggarakan untuk membangkitkan kembali kesenian reog di Kabupaten Sukoharjo.

Pertunjukkan seni reog itu sengaja disajikan untuk menghibur masyarakat sekaligus menjadi bagian dari melestarikan seni tradisional.

Para pemain reog rata-rata anak muda dari wilayah Kecamatan Polokarto dan Kecamatan Sukoharjo.

Camat Polokarto Hery Mulyadi menyebutkan, lima sanggar reog yang tampil dalam parade berasal dari Sanggar Reog Singgo Ragil Desa Bugel, Kecamatan Polokarto; Sanggar Reog Pusporogo Desa Ngombakan, Polokarto.

Kemudian, Sanggar Reog SDM Desa Bugel, Polokarto, serta Sanggar Reog Karyajaya dan Sanggar Reog Gembog Kijilan dari Kelurahan/ Kecamatan Sukoharjo.

”Kami sengaja menampilkan seni reog untuk memberi motivasi kepada anak-anak muda, khususnya di Kecamatan Polokarto agar memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya daerah,” ungkap Hery Mulyadi, Sabtu (28/10).

Sebelum pertunjukkan dimulai, lima reog tersebut diarak berjalan kaki dari lapangan Desa Mranggen menuju Kantor Kecamatan Polokarto, jaraknya sekira 500 meter.

Meski cuaca panas, ribuan masyarakat tua-muda terlihat antusias memadati jalan sepanjang jalan lokasi pertunjukkan di depan Kantor Kecamatan Polokarto.

”Ini menunjukan bahwa seni reog di Sukoharjo tidak mati suri,” beber Hery.

Selanjutnya, ikrar Sumpah Pemuda dibacakan bersama-sama seluruh seniman reog dan warga masyarakat yang menyaksikan pertunjukan itu. Lalu, masing-masing paguyuban reog menunjukan kepiawaiannya memainkan mulai dari tari warok, bujangganong dan dadak merak.

Tari jathil yang dipersembahkan para penari-penari cantik juga turut membius para penonton dengan gerakannya gemulai.

”Pegelaran seni reog ini akan kita agendakan setahun sekali. Sebagai upaya membangkitkan kembali kesenian reog,” tandas Hery. (kwl/adi)

Editor : Damianus Bram
#reog #seni tradisional #hari sumpah pemuda