Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemkab Sukoharjo Tunggu MoU Pasok Sampah ke Putri Cempo, Penuhi Kebutuhan PLTSa

Iwan Kawul • Selasa, 7 November 2023 | 19:10 WIB
MENGGUNUNG: Sampah di TPA Mojorejo, Kecamatan Bendosari, kemarin (6/11).
MENGGUNUNG: Sampah di TPA Mojorejo, Kecamatan Bendosari, kemarin (6/11).

RADARSUKOHARJO.COM – Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo resmi beroperasi, Senin (30/10).

Rencananya sampah yang dibutuhkan dipasok dari Solo Raya, termasuk Kabupaten Sukoharjo. Namun rencana ini masih menunggu kerja sama antara Pemkab Sukoharjo dengan Pemkot Solo.

PLTSa Putri Cempo digadang-gadang mampu mengolah sekira 545 ton sampah mentah per hari. Jumlah yang fantastis, dan diklaim mampu mengurai permasalahan sampah di Solo Raya. Hasil pengolahan tersebut bisa membangkitkan energi listrik sebanyak 8 megawatt.

Menanggapi kebutuhan sampah di PLTSa Putri Cempo yang tidak sedikit, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo Agus Suprapto mengaku sudah ada rencana memasok dari Kota Makmur. Diambilkan dari sampah di Kecamatan Kartasura dan Grogol.

“Sampah dari dua wilayah ini volumenya sekira 95 ton per hari. Rinciannya Kartasura 50 ton per hari dan Grogol 45 ton per hari,” ungkap Agus, kemarin (6/11).

Kendati demikian, sampah-sampah tersebut tidak serta-merta bisa dikirim ke PLTSa Putri Cempo. Karena sejauh ini belum ada tanda tangan memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Sukoharjo dengan Pemkot Solo.

“Nanti masuk skema perjanjian dulu. Mungkin pelaksanaannya kira-kira masih 3-5 tahun ke depan. Saat ini masih memberdayakan sampah di TPA Putri Cempo dulu,” imbuh Agus.

Jika kerja sama tersebut berjalan, problematika sampah di Kota Makmur bisa direduksi. Karena hampir separo volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo, Kecamatan Mendosari per hari, bisa dialihkan ke PLTSa Putri Cempo.

“Rata-rata sampah yang masuk ke TPA Mojorejo 200 ton per hari. Jika disetujui, maka sekitar 90 ton lebih akan masuk ke Putri Cempo. Tapi itu baru rencana. Realisasinya harus dibahas dalam kerja sama antarkepala daerah. Disepakati atau tidaknya ya di situ,” beber Agus.

Sementara itu, data DLH menyebut timbunan sampah di Kota Makmur pada 2022 sebanyak 361,93 ton per hari. Jika dikalkulasi mencapai 132.109,109 ton dalam satu tahun.

Dari jumlah tersebut, 74.500,15 ton atau 56,14 persen di antaranya masuk TPA Mojorejo. Diketahui kondisi TPA Mojorejo saat ini overload. Karena 99,54 persen lahan yang ada sudah terpakai. (kwl/fer)

Editor : Damianus Bram
#dlh sukoharjo #PLTSa Putri Cempo #TPA Mojorejo #sampah