RADARSUKOHARJO.COM – Kunjungan di poliklinik jiwa RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo mencapai 150 pasien per hari.
Kunjungan ini didominasi anak usia 5-14 tahun yang rata-rata menjalani rawat jalan. Sedangkan pelayanan rawat inap sekira 6-8 pasien per bulan.
Direktur RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Yunia Wahdiyati menjelaskan, pelayanan kejiwaan dibagi menjadi dua. Mulai dari poli rawat jalan hingga fasilitas rawat inap.
Pelayanan rawat jalan meliputi psikiatri pada anak dan remaja. Termasuk pelayanan psikiatri geriatri bagi lanjut usia (lansia), yang biasanya mengalami gejala dimensia (pikun).
“Poli jiwa kami rata-rata pasien rawat jalan. Sehari bisa 150 pasien usia 5-14 tahun. Ada pula yang usianya lebih dari 64 tahun,” kata Yunia, kemarin (16/11).
Menurut Yunia, pelayanan psikiatri anak dan remaja untuk penderita autisme serta gangguan tumbuh kembang. Sedangkan bagi remaja, biasanya melayani gangguan depresi.
“Pasien termasuk banyak. Namun sisi baiknya, masyarakat mulai aware dengan deteksi dini atau skrining kesehatan jiwa. Sudah mulai terbuka untuk periksa ke ahli,” beber Yunia.
Saat ini RSUD dilengkapi bangsal rawat inap jiwa. Terdapat enam bed dan tiga dokter jiwa. Demi kenyamanan pasien, pintu dan jendela bangsal ditutup teralis. Juga dilengkapi sarana olahraga seperti tenis meja dan karambol.
“Ada teralisnya demi keamanan pasien. Ada juga bangsal akut. Tapi kalau kondisinya sudah stabil, bisa rawat jalan. Kalau sudah bisa komunikasi akan kami keluarkan dari bangsal akut. Supaya bisa bersosialisasi,” bebernya.
Sementara itu, para tenaga kesehatan (nakes) yang menangani kesehatan jiwa juga intensif berkomunikasi dengan keluarga pasien. Termasuk dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo.
“Jadi semua sudah disiapkan. Apa saja yang bisa dilakukan keluarga untuk mendukung pemulihan pasien,” tandasnya. (kwl/fer)
Editor : Damianus Bram