RADARSUKOHARJO.COM – Kemarau panjang memicu meningkatnya kasus kebakaran di Kabupaten Sukoharjo pada 2023 lalu. Bahkan, ada satu orang yang meninggal akibat kebakaran tersebut.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukoharjo Margono mengatakan, pada 2022 lalu, penanganan kebakaran mencapai 99 kasus. Namun, pada 2023 ini penanganan kebakaran mencapai 437 kasus.
”Naik sekitar 300 persen, bahkan lebih. Tahun 2023 terjadi 437 kasus kebakaran, terdiri dari 399 kasus di Sukoharjo, sisanya membantu pemadaman di wilayah luar Sukoharjo,” ujar Margono, Minggu (14/1).
Dari 437 kasus tersebut, lanjut Margono, perkiraan kerusakan mencapai Rp 7 miliar. Selain itu menyebabkan satu orang meninggal dunia, tiga orang patah tulang dan dua orang luka bakar.
”Penyebab kebakaran korsleting listrik, tabung gas, kelalaian dan bakar sampah sembarangan,” ungkapnya.
Menurut Margono, banyaknya kasus ini dipicu kemarau panjang. Pasalnya, sekira 60 persen lebih merupakan penanganan kejadian kebakaran lahan kosong dan kebun atau hutan milik masyarakat.
”Selain penanganan kebakaran, banyak juga pelayanan lain di luar pemadaman,” bebernya.
Disebutkan Margono, pihaknya selama 2023 melakukan evakuasi sarang tawon 208 lokasi; evakuasi binatang 186 lokasi dan urban rescue lima kali.
Selain itu, Damkar Sukoharjo juga membantu melepaskan cincin 38 orang; evakuasi mobil terperosok, penyemprotan oli tumpah serta pengamanan sebanyak 30 kali.
”Kami juga melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap kebakaran, dan tugas-tugas pemadam untuk anak PAUD, SD. Kegiatan ini gratis, begitu juga kegiatan pelayanan pemadaman kebakaran gratis,” katanya. (kwl/adi)
Editor : Damianus Bram