RADARSOLO.COM – Bupati Sukoharjo Etik Suryani serahkan hibah paket budi daya ikan dalam keramba di Dusun Senden RT 01 RW 04, Desa Geneng, Kecamatan Gatak, kemarin (16/1).
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, budi daya ikan di karamba dalam rangka untuk memaksimalkan potensi sumber daya air di Gatak. Potensi air di wilayah Gatak tersedia sepanjang tahun.
"Air juga berkualitas cukup baik, sehingga bisa dimaksimalkan fungsinya. Selain pengairan sawah juga untuk budi daya ikan," jelas Bagas.
Saat ini, 25 unit keramba dimensi dengan lebar 1 meter, panjang 3 meter, dan tinggi 50 cm sudah terpasang di saluran irigasi. Untuk satu unit keramba, populasinya 400 ekor ikan nila.
"Kedepan akan kami dorong potensi lokasi ini bisa optimalkan. Bisa untuk keramba, wisata, dan tentunya konsumsi ikan bisa untuk menekan angka stunting," bebernya.
Saluran irigasi di Gatak, merupakan peninggalan kolonial Belanda. Dari mata air di Cokro, Klaten dan Pengging, Boyolali dialirkan melalui saluran-saluran irigasi untuk mengairi area perkebunan tembakau saat masa kolonial.
"Secara historis juga bagus, bisa dikembangan untuk pariwisata," pungkasnya.
Bupati mengungkapkan petani, peternak, dan pembudi daya ikan merupakan sendi pokok dalam menjaga ketahanan pangan.
Untuk meningkatkan produksi, produktivitas, serta kesejahteraannya, Pemkab Sukoharjo terus menampung aspirasi dari masyarakat.
“Apa yang petani, peternak dan pembudi daya ikan butuhkan, kami tampung," terang Etik Suryani.
Tahun lalu, berbagai bantuan telah direalisasikan. Salah satunya dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Sukoharjo.
Jenis bantuan di bidang pertanian dan perikanan berupa sarana dan prasarana. Diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan produksi komoditas
"Khusus untuk bantuan paket budi daya ikan dalam keramba, saya harapkan dapat meningkatkan nilai pemanfaatan saluran irigasi. Sehingga kedepannya dapat memberikan nilai tambah pada perekonomian Desa Geneng," terangnya.
Meski begitu, lanjut bupati, dalam pemanfaatannya harus diatur agar tidak mengganggu petani pemakai air irigasi. Koordinasi antara petani dan pembudi daya ikan harus terjalin dengan baik.
Selanjutnya, bupati menghimbau kepada dinas pertanian dan perikanan untuk terus melakukan pendampingan dan pembinaan.
Baik kepada petani, peternak, dan pembudi daya ikan. Camat hingga kepala desa juga diimbau rutin mengawasi dan mendukung kegiatan petani, peternak dan pembudi daya ikan yang ada di daerahnya masing-masing.
"Mari kita wujudkan Sukoharjo yang lebih makmur. Sejahtera petaninya, sejahtera pula masyarakatnya," tuturnya. (kwl/nik)
Editor : Damianus Bram