RADARSOLO.COM - Stok sejumlah obat di Puskesmas Sukoharjo Kota mulai menipis. Hal ini dipicu kunjungan pasien di Puskesmas Sukoharjo kota rata-rata 200 sampai 300 pasien per hari.
Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota Kunari Mahanani mengungkapkan bahwa memasuki Januari 2024 stok sejumlah obat di Puskesmas yang dipimpinnya mulai menipis.
Banyaknya pasien seiring datangnya musim penghujan berbanding lurus dengan jumlah obat yang harus dikeluarkan.
"Ya masuk Januari 2024 stok obat mulai menipis," kata Kunari, Selasa (30/1).
Menurut Kunari, kunjungan pasien di Puskesmas Sukoharjo Kota mencapai 200 sampai 300 pasien per hari.
Rata-rata, selama Desember 2023 sampai Januari 2023 pasien mengeluhkan gejala penyakit flu.
"Kunjungan pasien kita banyak, jadi kebutuhan obat juga banyak," ungkapnya.
Sejumlah obat yang stoknya menipis diantaranya ambroxol, amlodipin 10 mg amlodipin 5 mg, ciprofloxacin, glimepirid, guaifenesin dan salbutamol. Obat tersebut rata-rata stoknya tidak cukup untuk 1 bulan ini.
"Ada 7 obat yang menipis, stoknya ada yang tidak cukup untuk 1 bulan, ada yang 1 bulan dan ada yang masih 2 bulan," katanya.
Menurut Kunari, Puskesmas bisa melakukan pengadaan sendiri melalui BLUD, untuk obat yang bisa dibiayai dari BLUD.
Namun, ada juga yang obat dari APBD, jadi harus menunggu kiriman dari Dinas Kesehatan Kabupaten.
"Sekarang cenderung pakai BLUD. Rata-rata pertahun Rp 300 juta lebih untuk pengadaan obat," terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Kunari, pengadaan obat disesuaikan dengan ketersediaan obat. Jika mulai menipis, maka pihaknya bisa melakukan pengadaan obat. (kwl)
Editor : Damianus Bram