RADARSOLO.COM - Hingga H+1 pencoblosan atau Kamis (15/4), terdapat tujuh petugas pemilu di Sukoharjo harus mendapat perawatan kesehatan.
Salah satunya petugas KPPS yang mengalami patah tulang karena kecelakaan.
Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Sukoharjo Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Murwedhy Tanomo.
Dia mengatakan, dari tujuh petugas itu, tiga orang menjalani rawat jalan.
Kemudian, tiga orang masih rawat inap. Serta satu orang yang juga menjalani rawat inap karena patah tulang akibat kecelakaan.
"Ada tujuh yang sakit. Salah satunya karena kecelakaan, harus operasi," kata Murwedhy Tanomo, Kamis.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo Tri Tuti Rahayu menyebut, dari laporan tenaga kesehatan yang ditugaskan, secara umum para petugas pemungutan suara dalam kondisi aman.
Namun, beberapa petugas memang mengeluhkan kecapekan.
Kemudian pada Kamis (15/2), salah satu petugas KPPS jatuh dan mengalami fraktur.
"Keluhannya banyak yang kecapekan, ada yang diare, lemas dan muntah," katanya.
Tri Tuti Rahayu menambahkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPU Sukoharjo terkait pelayanan kesehatan bagi petugas KPPS.
Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Dewi, Anggota KPPS Desa Karangturi Klaten
Sebanyak 167 bidan desa siap memberikan pelayanan.
"Puskesmas juga memberikan pelayanan," katanya. (kwl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria