RADARSOLO.COM - Sejumlah sapi di Kabupaten Sukoharjo dilaporkan mengalami penyakit kencing darah.
UPTD Rumah Potong dan Puskeswan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo langsung turun tangan mengambil sampel darah.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, UPTD Rumah Potong dan Puskeswan telah mengambil sampel darah sapi yang mengalami kencing darah.
Baca Juga: Kerangka Dua Jenazah Korban Pembunuhan Berantai di Girimarto Diserahkan ke Pihak Keluarga
Selain itu juga serta pemberian vitamin, obat cacing, dan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Kedungwinong, Nguter, Sukoharjo pada Rabu (21/2).
Pengambilan sampel darah dilakukan pada 15 ekor sapi di Desa Kedungwinong.
Ini guna mengatasi dan menindaklanjuti laporan adanya kasus kencing darah pada sapi-sapi tersebut.
"Semula ada laporan, langsung kita tindak lanjut dengan pengambilan sampel darah untuk menegakkan diagnosa agar segera diketahui penyakitnya," kata Bagas Windaryatno, Jumat (23/2).
Penyakit kencing darah ini disebabkan oleh parasit darah. Dan sering menimbulkan diagnosa banding yang lain, seperti Leptosphirosis, Brucellosis, dan Anthrax.
Tujuan pengambilan sampel ini adalah menemukan agen dan faktor risiko penyebab penyakit kencing darah di Sukoharjo.
"Di Desa Gentan juga ada temuan. Maka, kami gerak cepat supaya penyakit ini tidak meluas," katanya.
Sementara itu, pemberian vitamin, obat cacing, serta vaksinasi PMK bertujuan mencegah adanya sapi yang terjangkit penyakit.
Seperti penyakit cacing, serta berbagai penyakit mulut dan kuku.
"Kami juga berikan edukasi pentingnya kebersihan kandang. Supaya tidak timbul penyakit," pungkasnya. (kwl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria