Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pondok Pesantren Al-Rasyid Kartasura Sukoharjo Asah Jiwa Sosial Santri lewat Tadabbur Alam, Sering Mendaki Gunung: Ini Lokasinya

Adi Pras • Sabtu, 16 Maret 2024 | 02:49 WIB
Santriwati Pondok Pesantren Al-Rasyid Kartasura di puncak Gunung Lawu. (Dokumentasi Pribadi)
Santriwati Pondok Pesantren Al-Rasyid Kartasura di puncak Gunung Lawu. (Dokumentasi Pribadi)

RADARSOLO.COM – Pondok Pesantren Al-Rasyid Gumpang Kartasura mengajarkan santrinya untuk mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Caranya mewajibkan santrinya mengikuti kegiatan pecinta alam. Sehingga banyak berinteraksi dengan dunia luar.

Ponpes Al-Rasyid berlokasi di Jalan Topesan, RT.02/RW.01, Dusun I, Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Santrinya berasal dari berbagai daerah hingga luar Jawa.

”Ponpes ini memiliki keistimewaan melahirkan santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga siap bermasyarakat,” jelas kepala kesantrian putri Ponpes Al-Rasyid Orcidha Rifqia, Jumat (15/3/2024).

Terkait kewajiban santri mengikuti kegiatan pecinta alam bermula dari keluhan wali santri. Di mana banyak santri yang kurang berinteraksi sosial saat pulang ke rumah. Hal itu menjadi penilaian buruk bagi santri maupun ponpes.

”Saat di rumah, awalnya banyak santri yang kurang bersosialisasi dengan lingkungannya. Mereka hanya berdiam diri di rumah maupun di kamar. Atas dasar itu, kami merubah kurikulum pembelajaran. Salah satunya santri wajib ikut sapala (santri pecinta alam),” imbuhnya.

Berangkat dari situasi itu, membuat ponpes mempererat tindakan sosial hidup bersama dengan masyarakat sekitar. Langkah seperti ini berdampak positif pada hubungan ponpes dengan masyarakat sekitar. Tentunya pola interaksi dapat terbentuk keharmonis bermasyarakat. Selain itu melalui kegiatan sapala diharapkan dapat menumbuhkembangkan jiwa kemanusiaan santri.

”Dengan melakukan tadabbur alam (mengenali ciptaan Alloh), seorang santri akan lebih bisa mengenal sesuatu yang hendak ditadabburi, seperti mendekatkan kepada alam baik pada kegiatan mendaki gunung maupun kegiatan bermasyarakat,” imbuhnya.

Sapala yang wajib dilaksanakan yaitu mendaki Gunung Mongkrang maupun Gunung Lawu. Biasanya tim santri putra dan putri dipisah. Santri putri tetap memakai busana muslimah sesuai dengan ketentuan ponpes.

Dari kegiatan di alam inilah, dapat membuat jiwa santri menjadi lebih peka terhadap sekelilingnya. Sehingga santri mendapatkan hikmah dan pelajaran dari sebuah pengalaman.

”Siswa mengamalkan hikmah yang didapatkan serta bisa mengembangkannya sebagai sebuah bentuk pengembangan diri seorang santri,” tandasnya. (mg12/adi)

Editor : Adi Pras
#Tadabbur Alam #gunung lawu #ponpes #ponpes al rasyid kartasura