Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Quatly Alkatiri Dorong Generasi Milenial Mewarisi Budaya agar Identitas Bangsa Tetap Terjaga

Maulida Afifa Tri Fahyani • Selasa, 26 Maret 2024 | 14:15 WIB
Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri (dua dari kanan) memberi perhatian lebih terhadap seniman dan budayawan muda di Sukoharjo. (Dokumentasi Pribadi)
Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri (dua dari kanan) memberi perhatian lebih terhadap seniman dan budayawan muda di Sukoharjo. (Dokumentasi Pribadi)

RADARSOLO.COM – Generasi milenial memiliki peran penting dalam mewarisi budaya. Karena generasi muda atau milenial adalah tulang punggung masa depan bangsa. Dengan mempertahankan warisan budaya, mampu menjaga keberlanjutan tradisi dan melestarikan nilai-nilai yang penting bagi bangsa dan negara.

Hal ini seperti ditekankan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri saat Sosialisasi Media Tradisional di Weru, Sukoharjo, belum lama ini. Quatly mengajak para generasi muda untuk mempertahankan warisan budaya lokal. Serta memperkuat identitas budaya mereka.

”Maka dari itu, kami tampilkan Kesenian Reog yang ada di Weru. Dimana pemainnya juga banyak dari generasi milenial. Dengan harapan, mereka mengenal seni daerah yang membentuk karakteristik masyarakat di sana,” kata Quatly.

Quatly menjelaskan, regenerasi budaya menjadi langkah penting agar eksistensi kesenian daerah tetap hidup dan berkembang. Generasi muda harus  terbiasa untuk ikut melestarikan budaya. Baik untuk berpartisipasi sebagai pemain seni maupun mengapresiasi gelaran seni di sekitar.

”Jadi tidak hanya orang tua-tua saja. Harus ada regenerasi supaya seni itu tetap lestari,” tegas politis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Untuk itu, pihaknya mendorong para seniman senior untuk melatih generasi muda. Sekaligus mewarisi ilmu budaya pada mereka. Begitu pula selanjutnya, para generasi muda juga turut mewariskan budaya pada generasi berikutnya.

”Karena yang tua kan keadaannya mulai semakin sepuh, kalau yang muda tidak segerakita dorong dan latih. Nanti akhirnya putus keberlanjutan seni itu. Karena enggak ada yang bisa memerankan atau memainkan lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Quatly menguraikan, sejatinya budaya adalah pembentuk karakteristik masyarakat. Seperti halnya kesenian reog yang merefleksikan nilai-nilai kearifan lokal. Yakni gotong royong dan guyub rukun yang bisa dicontoh oleh masyarakat.

”Memainkan reog kan butuh kebersamaan kekompakan. Itu yang menggambarkan bagaimana masyarakat itu juga harus guyub rukun,” imbuh Quatly.

Tak hanya reog, sejatinya semua kesenian juga memiliki nilai-nilai adiluhung yang sama. Dia pun mengajak masyarakat luas untuk terus melestarikan budaya. Serta membantu kelompok seni di sekitar.

”Para pengusaha atau pebisnis di sekitar mungkin bisa mulai memperhatikan seniman-seniman atau budayawan sekitar kita juga. Begitu juga di dewan, kami berkomitmen juga untuk membantu,” kata Quatly.

”Harapannya kesenian dan budaya kita terap bertahan dan berkembang. Misalnya dengan memanfaatkan arus digital yang ada. Mereka diharapkan bisa beradaptasi, seperti manggung secara live streaming supaya penontonnya lebih banyak juga,” tandasnya. (ul/adi)

Editor : Adi Pras
#generasi milenial #Quatly Abdulkadir Alkatiri #dprd jateng #kesenian #partai keadilan sejahtera (pks)