Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Zaid bin Tsabit Gatak Sukoharjo Ajari Santri Tiga Bahasa Asing

Iwan Kawul • Jumat, 29 Maret 2024 | 04:17 WIB
Santri Ponpes Tahfidzul Quran (PPTQ) Zaid bin Tsabit merawat ternak. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Santri Ponpes Tahfidzul Quran (PPTQ) Zaid bin Tsabit merawat ternak. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Zaid bin Tsabit di Dukuh Kwojo, Desa Kagokan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo mengajarkan santrinya tiga bahasa sekaligus. Hal itu sebagai bekal santri terjun di dunia kerja.

Ponpes Tahfidzul Quran (PPTQ) Zaid bin Tsabit dibangun secara bertahap sejak 2013 lalu oleh Ali Faisal, 44 pemuda asal Tempel, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak. Kala itu, bermodal tabungan saat bekerja di Jepang, ponpes yang dibangunnya kini telah mendidik puluhan santri dan memberdayakan santri serta warga sekitar ponpes.

”Ya karena saya dulunya ikut program magang ke Jepang. Banyak santri yang ingin meneruskan jejak saya magang ke Jepang,” kata Ali.

Karena hal itu, pengasuh pondok kemudian mengembangkan program bahasa. Kini, di ponpes tersebut dipelajari tiga bahasa. Yakni bahasa Arab, Inggris, dan Jepang.

”Ke depan, santri-santri jika berminat juga dipersiapkan untuk mengikuti program magang ke Jepang,” katanya.

Sampai saat ini, ada 30 santri putra di ponpes, hampir semuanya mukim. Kegiatan pondok meliputi tadabur Alquran yang meliputi belajar membaca, memahami dan menghafal alquran. Lalu, belajar mengajar ilmu formal sekolah pada umumnya. Ada juga kegiatan hidmah lingkungan pesantren, kebersihan asrama, pelihara ternak, kuliner dan koperasi sembako santri.

”Saya ingin berkontribusi dalam membina dan mendidik generasi muda Indonesia untuk memiliki akhlak yang baik, memahami agama sesuai Alquran dan Sunnah, membekali keterampilan life skill dan memiliki andil dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Ali menambahkan, titik poin pondok saat ini adalah penguatan di tahfidz dan pengembangan kemandirian lewat usaha mandiri yang sedang dibangun. Pondok saat ini mengembangkan tiga lini bidang supaya kedepan pondok bisa mandiri. Yakni, pertanian padi, peternakan kambing, ayam, menthok dan kelinci.

”Tiga lini bidang ini, kalau dikembangkan wah, luar biasa sangat luas sekali. Ternak kambing baru ada 5-10 ekor yang beranak. Kelinci ada 30 ekor, lalu luas lahan sawah sekira 2.500 meter persegi,” bebernya.

Untuk ternak, target 100 ekor kambing sehingga setiap pekan bisa jual beli dan mendapat keuntungan, ternak. Inipun melibatkan santri untuk sarana edukasi dan latihan tanggungjawab. Untuk pakan ternak, membuat mandiri dengan menggunakan bahan-bahan pakan disekitar dan juga beli dari daerah yang panen sedang melimpah.

”Semoga dengan kemandirian ini bisa mengatasi sumber-sumber pemasukan dana untuk menutup operasional harian,” ujarnya. (kwl/adi)

 

Editor : Adi Pras
#Alquran #Kecamatan Gatak #bahasa arab #Pondok Pesantren #magang ke jepang