RADARSOLO.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo gencar memeriksa kesehatan hewan kurban. Memastikan hewan kurban yang akan dijual ke luar kota dalam kondisi sehat. Di sisi lain, peternak bisa mengajukan pemeriksaan hewan kurban via online.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, sudah terjunkan tim kesehatan hewan ke sejumlah pasar hewan. Salah satunya menyasar Pasar Hewan Bekonang, Kecamatan Mojolaban.
“Sampai dengan pelaksanaan kegiatan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda hewan ternak yang terkena penyakit. Ketika ternak masuk ke pasar hewan, sebelum diturunkan sudah dilakukan pemeriksaan,” kata Bagas, Selasa (28/5).
Tahapan selanjutnya, ternak disemprot dengan cairan disinfektan. Tak hanya itu, armada pengangkut ternak juga dilakukan penyemprotan.
“Kemudian saat hewan turun, diperiksa secara fisik. Apakah ada tanda-tanda gejala penyakit atau tidak? Kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan,” imbuh Bagas.
Selama beberapa kali penyisiran di pasar hewan, Bagas mengklaim kondisi ternak dalam keadaan baik. Artinya, seluruh ternak dari Kota Makmur dipastikan kesehatannya. Terkait pengiriman ternak ke luar daerah, wajib disertai surat keterangan kesehatan dari asalnya.
“Kami sudah berikan kemudahan dengan layanan online untuk mengurus surat keterangan kesehatan hewan. Kami mencoba satu aplikasi bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, juga Kementerian Pertanian. Sehingga masyarakat bisa mendaftarkan, kemudian akan kami lakukan pemeriksaan,” bebernya.
Sementara itu, sejauh ini Kabupaten Sukoharjo aman dari gejala-gejala penyakit mulut dan kuku (PMK), serta lumpy skin disease (LSD) alias penyakit kulit berbenjol. Di mana dua penyakit ini sempat menyerang ternak sapi, beberapa tahun lalu. “Sapi-sapi dari Sukoharjo tidak ada temuan PMK dan LSD,” tegasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto