Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Calon Siswa dari Luar Sukoharjo Terganjal Daftar PPDB SMP Negeri, Gara-gara Dipicu Masalah Ini

Iwan Kawul • Kamis, 27 Juni 2024 | 19:54 WIB

 

Calon siswa mendaftar di SMPN 1 Kartasura, Kamis (27/7/2024). (Iwan Kawul/Radar Solo)
Calon siswa mendaftar di SMPN 1 Kartasura, Kamis (27/7/2024). (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-- Penerimaan  peserta  didik  baru (PPDB) tahap II untuk jenjang SMP negeri di Kabupaten Sukoharjo mulai dibuka Kamis (27/6).

Namun, calon siswa dari luar Sukoharjo terkendala masih terganjal syarat pendaftaran.

Kepala SMPN 1 Kartasura Viveri Wuryandari mengatakan, PPDB tahap II di SMPN 1 Kartasura mulai dibuka Rabu (27/6). Sebelumnya ada tahap I pada 24-25 Juni.

"Tahap I sudah, yakni jalur afirmasi (PIP) dan lingkungan. Lalu, tahap II jalur zonasi, prestasi dan perpindahan tugas orang tua," kata Viveri, Kamis (27/6/2024).

Menurut Viveri, untuk zonasi meliputi Kartasura dan Gatak (Kabupaten Sukoharjo). Lalu, Kabupaten Boyolali meliputi Banyudono, Ngemplak, Sambi, Teras, Nogosari.

Serta, Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Pendaftaran melalui online dan bisa langsung ke sekolah.

"Untuk daya tampung SMPN 1 Kartasura mencapai 10 rombongan belajar, yakni 320 peserta didik," kata Viveri.

Dihari pertama tahap II ini, masih ditemui kendala. Yakni, calon peserta didik yang SD nya dari luar Kabupaten Sukoharjo dan madrasah belum dibuatkan rekap nilai dari sekolahnya.

Bahkan, ada yang mengumpulkan fotokopi rapot, bukan rekapitulasi.

"Rekap nilai adalah form yang memuat nilai rata-rata rapot kelas 4 semester satu dan dua, kelas 5 semester satu dan dua, kelas 6 semester satu," kata Viveri.

Ironisnya, beberapa sekolah tidak membuat rekapitulasi nilai. Jika pihak SMP yang membuat terlalu memakan waktu.

Solusinya, sekolah memberi deadline sehari harus minta ke SD asal, kemudian baru bisa mendaftar pada Jumat (28/6/2024)

"Tapi ada beberapa SD yang tidak melakukannya (rekap nilai) sehingga agak menghambat inputing data," ujar Viveri.

'Contoh, sebuah SD Negeri, hanya mencantumkan nilai, tidak dibuat rata-ratannya. Kalau dikembalikan kasihan anaknya, kalau kami yang hitung jadi lama," sambung Viveri. (kwl/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#ppdb #SMPN 1 Kartasura #nilai #kabupaten sukoharjo