Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Begini Cara DLH Sukoharjo Gembleng Para Pemuda agar Peduli Lingkungan

Iwan Kawul • Selasa, 16 Juli 2024 | 18:59 WIB

 

Peserta Green Youth Movement mengikuti pelatihan di Menara Wijaya Sukoharjo, Selasa (16/7/2024). (Iwan Kawul/Radar Solo)
Peserta Green Youth Movement mengikuti pelatihan di Menara Wijaya Sukoharjo, Selasa (16/7/2024). (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo menjadi salah satu lokasi simpul belajar dari kegiatan Green Youth Movement.

Kegiatan ini memfasilitasi tumbuhnya generasi muda sebagai pelopor dan duta penyelamat lingkungan hidup dan kehutanan.

Kepala DLH Sukoharjo Agus Suprapto mengatakan bahwa Green Youth Movement merupakan program pendidikan dasar gerakan lingkungan hidup.

Program ini menyediakan wadah bagi para generasi muda untuk bertukar pengetahuan dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup.

"Termasuk memfasilitasi tumbuhnya generasi muda sebagai pelopor dan duta penyelamat lingkungan hidup dan kehutanan," ujar Agus.

Agus mengatakan, kegiatan Green Youth Movement mengusung konsep simpul belajar dengan mengadaptasi sistem berjejaring.

Kegiatan ini memusatkan pendidikan pada satu lokasi terpilih yang kemudian diakses oleh beberapa lokasi daerah berbeda di 38 provinsi di Indonesia.

Green Youth Movement hadir bertujuan untuk mengenalkan, menumbuhkan kesadaran dan memberikan keterkaitan generasi muda terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.

Menurut Agus, nantinya peserta akan belajar mengenai peran kaum muda dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,.

Mengenal isu lingkungan hidup dan mempelajari tentang perubahan iklim. Pencemaran dan perusakan lingkungan serta cara mengatasi nya juga akan dipelajari.

"Peserta 30 orang dari 15 Sekolah SMA sederajat di Sukoharjo baik negeri dan swasta. Peserta memiliki mindset gaya hidup hijau (green lifestyle) dan belajar menjadi konten kreator hijau yang keren," ujar Agus.

Metode belajar akan dilakukan secara hybrid dengan narasumber yang mumpuni dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Metode pendidikan meliputi kelas interaktif, focus group discussion (FGD), debat, mentoring dan adanya pekan generasi hijau. Di mana peserta akan mengimplementasikan ide/gagasan atau gerakan bersama yang telah dirancang saat in class.

Lebih lanjut dikatakan Agus, pendampingan dilakukan dari DLH Kabupaten Sukoharjo oleh fasilitator yang merupakan ASN

Pendamping bertugas untuk mendampingi dan mendukung kegiatan belajar harian peserta dengan diskusi dan ice breaking yang menarik.

Alur pendidikan Green Youth Movement yaitu peserta akan mengikuti orientasi peserta sebelum in class dimulai.

Peserta mengikuti in class selama enam hari. Mulai 15 sampai 20 Juli 2024 secara serempak se Indonesia. Lalu peserta akan mengikuti pendalaman materi di mentoring isu dan skill selama sembilan minggu secara daring.

Setelah itu mengikuti proses pendidikan, peserta akan di wisuda dan dilantik sebagai green ambassador," pungkas Agus. (kwl/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#dlh sukoharjo #lingkungan #Green Youth Movement