RADARSOLO.COM – Tanda-tanda kekeringan di Sukoharjo selatan sudah mulai tampak. Hal itu terlihat dari debit air di sumur warga dan sumur pamsimas yang mulai mengecil.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, dari pantauan, sumur warga dan sumur pamsimas di Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru mulai menyusut.
”Belum kering, tapi debitnya susah mulai mengecil,” kata Ariyanto kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (18/7).
Menurut Ariyanto, hingga saat ini memang belum ada permintaan bantuan air bersih. Namun, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sudah siapkan 300 tangki air bersih untuk nanti digelontorkan jika ada permintaan bantuan air bersih.
”Kami dari APBD dialokasikan 300 tangki air bersih, tapi belum ada permintaan. Karena meski debit mengecil, masih mencukupi untuk kebutuhan,” katanya.
Ariyanto menambahkan, biasanya jika kekeringan banyak, bantuan air bersih dari kelompok masyarakat, komunitas, perusahaan maupun individu. BPBD Kabupaten Sukoharjo akan bertindak sebagai koordinator dalam setiap distribusi bantuan air bersih.
”Kalau nanti ada bantuan, sebaiknya lapor atau koordinasi dengan BPBD, supaya distribusinya bisa adil dan merata,” tandasnya. (kwl/adi)
Editor : fery ardi susanto