Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Waspadai Potensi Bencana, Target Dua Tahun, Bentuk 12 Kencana di Sukoharjo

Iwan Kawul • Rabu, 31 Juli 2024 | 17:27 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani cek perlengkapan penanganan bencana usai menggelar apel siaga bencana akhir 2023 lalu di halaman sekretariat daerah Kabupaten Sukoharjo.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani cek perlengkapan penanganan bencana usai menggelar apel siaga bencana akhir 2023 lalu di halaman sekretariat daerah Kabupaten Sukoharjo.

RADARSOLO.COM - Bupati Sukoharjo Etik Suryani meminta mewaspadai enam potensi bencana. Atas hal itu, ditargetkan dalam 2 tahun kedepan, seluruh Kecamatan sudah tangguh bencana.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Menara Wijaya mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai jenis bencana.

Di Kabupaten Sukoharjo sendiri terdapat 6 potensi atau ancaman bencana yang harus di waspadai yaitu gempa bumi, banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan/lahan, dan angin kencang.

"Penting bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan pengetahuan akan bencana yang mungkin terjadi. Upaya-upaya pecegahan, mitigasi, tanggap darurat, serta pemulihan pasca bencana juga harus menjadi perhatian kita bersama," kata Etik Suryani, Selasa (30/7/2024).

Menurut Bupati, bencana dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dalam rangka pengurangan risiko bencana, pengurangan kerugian baik materiil maupun non materiil, dan korban akibat bencana, yang perlu dikuatkan adalah kapasitas yang dalam hal ini yaitu kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

"Salah satu bentuk penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana adalah dengan mengimplementasikan Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana)," katanya.

Kata dia, Kencana adalah inisiatif gerakan untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana di daerah melalui dukungan kecamatan sesuai dengan peran dan kewenangan yang dimiliki Camat pada penerapan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sub urusan Bencana dan pengkoordinasian upaya-upaya penanggulangan bencana setingkat desa/ kelurahan di wilayahnya.

Sedangkan Desa Destana merupakan desa yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

"Gerakan Kencana dan Destana ini bukan hanya sekedar program, akan tetapi juga upaya nyata untuk melindungi dan meningkatkan kualitas hidup kita dan seluruh masyarakat," jelasnya.

"Dengan meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, kita tidak hanya melindungi diri kita sendiri, tetapi juga seluruh masyarakat dan generasi-generasi yang akan datang," imbuhnya.

Ditegaskan Etik, di Kabupaten Sukoharjo Gerakan Kencana dan Pembentukan Destana masih perlu mendapat perhatian lebih, baik pada tingkat kabupaten, kecamatan, maupun kelurahan/desa.

Untuk itu, Bupati mengajak semua unsur untuk terus berkolaborasi, bersinergi, dan bersama-sama membangun desa, kecamatan, dan kabupaten yang tangguh dan aman dari bencana.

"Harapan saya, dalam 2 tahun kedepan semua desa/kelurahan di Kabupaten Sukoharjo sudah menjadi Desa Tangguh Bencana dan semua Kecamatan juga sudah melaksanakan Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana," pungkasnya. (kwl)

Editor : Damianus Bram
#destana #potensi bencana #Kencana #kecamatan #Bupati Sukoharjo Etik Suryani #tangguh bencana