RADARSOLO.COM – Dampak musim kemarau sudah dirasakan warga Dusun Tugusari, Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Tercatat 240 jiwa dari 60 kepala keluarga (KK) krisis air bersih. Ini yang mendasari Bupati Sukoharjo Etik Suryani turun gunung, melakukan dropping air bersih di Dusun Tugusari, Kamis (1/8).
Diketahui sumur-sumur warga di Dusun Tugusari mulai mengering. Sehingga wilayah ini meminta bantuan dropping air bersih ke Pemkab Sukoharjop.
“Hari ini (kemarin) langsung kami dropipng air bersih. Ada tiga tangki air bersih yang dikirim. Salah satunya bantuan dari PMI Sukoharjo,” kata Etik.
Etik menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan air bersih. Karena Pemkab Sukoharjo sudah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan air bersih. Terutama untuk bantuan kekeringan.
“Masyarakat Sukoharjo jika kekurangan air bersih selama musim kemarau ini, langsung laporan ke kepala desa. Nanti kepala desa bisa langsung berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sukoharjo,” imbuh Etik.
Di sisi lain, Etik mendorong agar pemerintah desa atau kelurahan untuk mencari titik sumber air. Terutama yang wilayahnya sering jadi langganan kekeringan di musim kemarau. Setelah sumber air ditemukan, nantinya akan dibangun sumur dalam untuk mengatasi kekeringan secara permanen.
Terkait imbauan ini, seluruh kepala desa atau lurah di Kota Makmur sudah disosialisasi. “Ya tidak hanya wilayah yang kekeringan saja. Semua desa kalau ada titik sumber air, nanti kami bangun sumur dalam untuk mengatasi kekeringan,” tandas Etik. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto