RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mendorong petani agar manfaatkan lahan tadah hujan. Salah satunya dengan menanam buah melon. Terutama di Kota Makmur sisi selatan.
Sebagai catatan, wilayah Sukoharjo bagian selatan merupakan daerah perbukitan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri dan Gunungkidul. Alhasil sebagian wilayah tidak dialiri irigasi teknis.
“Di Sukoharjo selatan banyak lahan tadah hujan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Selasa (3/9).
Bagas menambahkan, areal persawahan di Kota Makmur sekitar 20.496 hektare. Rinciannya, sawah irigasi teknis seluas 14.464 hektare, sawah irigasi setengah teknis seluas 2.361 hektare, sawah irigasi sederhana seluas 1.728 hektare, serta sawah tadah hujan seluas 1.948 hektare.
Bagi petani yang memiliki sawah tadah hujan, diimbau tetap memanfaatkan lahannya di musim kemarau. Terutama menanam komoditas melon.
“Tanaman melon sudah terbukti berhasil di sawah tadah hujan. Salah satunya di Desa Krajan, Kecamatan Weru,” imbuh Bagas.
Di Weru, melon ditanam di lahan seluas 1.000 meter persegi. Total ditanami 1.000 batang melon. Saat ini hasil panen mencapai Rp 25 juta.
“Potensi ini bisa menjadi percontohan bagi petani lain. Irigasi di lahan tadah hujan, nantinya bisa dipenuhi dengan pompanisasi,” beber Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto