RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo optimistis bisa menambah luasan tanaman pertanian di musim kemarau ini. Penambahan tersebut mencapai sekitar 1.300 hektare. Nantinya, penambahan akan memanfaatkan lahan tidur di dekat sumber air.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, luas tanam padi saat ini mencapai 10.000 hektare. Bahkan padi tersebut mendekati masa panen.
“Pengamatan kami terkait dengan tanaman, masih dalam posisi aman. Tidak ada yang puso (gagal panen). Sumber airnya cukup tersedia,” kata Bagas, Rabu (4/9).
Bagas mengakui, saat ini debit air mulai menurun. Namun, ini sudah sudah antisipasi sejak awal. Salah satunya melalui program pompanisasi.
“Beberapa waktu yang lalu, ibu bupati (Sukoharjo Etik Suryani) sudah menyerahkan bantuan pompa air dan sumur. Sasarannya adalah kelompok-kelompok tani. Hampir 40 kelompok yang ada di daerah rawan kekeringan, kami intervensi dengan bantuan pompa,” imbuh Bagas.
Sebagai catatan, daerah rawang kekeringan terpusat di wilayah selatan. Mulai dari Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru.
“Mudah-mudahan tidak berdampak. Harapan kami, tidak ada tanaman yang puso. Meskipun ada El Nino yang saat ini sedang terjadi,” ujarnya.
Terkait penambahan luasan area tanam 1.300 hektare, Bagas optimistis aman hingga musim emarau berakhir. “Artinya, meskipun kemarau kami bisa menambah area tanam. Jadi fenomena El Nino tidak ada dampaknya,” bebernya.
Sementara itu, penambahan area tanam merupakan program Kementerian Pertanian dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Program ini mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang dekat dengan sumber air.
“Nanti irigasinya dengan sistem pompanisasi. Kami juga memetakan lokasi-lokasi yang bisa diupayakan untuk penambahan area tanam. Harapannya jika lahan tidur kembali difungsikan, maka akan menambah produktivitas panen padi,” jelas Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto