RADARSOLO.COM – Beberapa hari terakhir, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo terus memonitoring ketersediaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) alias gas melon. Monitoring melibatkan Hiswana Migas. Hasilnya, stok gas melon dipastikan aman hingga akhir pekan ini.
Kepala Diskopumdag Sukoharjo Iwan Setiono menjelaskan, pantauan menyasar distribusi gas melon di pangkalan. Sebagai upaya memastikan kebutuhan masyarakat akan gas melon terpenuhi.
“Sampai hari ini (kemarin), diskopumdag telah beberapa kali mengajukan penambahan fakultatif. Terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Iwan, Selasa (10/9).
Iwan menambahkan, saat ini telah tersalurkan penambahan fakultatif sebanyak 55.440 tabung gas melon. Disalurkan pada 6 dan 7 September. Kemudian pada 8 September, tersalurkan sebanyak 40.440 tabung.
Fakultatif tersebut disalurkan secara merata kepada pangkalan yang ada di Kota Makmur. Kemudian pada 9 September, dilakukan penyaluran fakultatif lagi sebanyak 15.120 tabung.
“Selama pemantauan, tidak ditemukan antrean warga yang membeli elpiji 3 kg. Kemudian di pangkalan yang telah mendapatkan penyaluran fakultatif, masih terdapat stok untuk masyarakat,” imbuhnya.
Iwan berharap masyarakat tidak panic buying. Mengingat stok gas melon di pangakalan mencukupi. Sedangkan stok di SPBE, juga masih mencukupi hingga kemarin.
“Masyarakat tidak perlu panic buying. Insya Allah aman. Soalnya ini kami dropping tiga kali lipat dari pasokan normal,” paparnya.
Sementara itu, pada Senin (16/9) pekan depan ada hari libur peringatan Maulid Nabi. Diperkirakan akan ada lonjakan penggunaan gas melon di masyarakat. Sebagai antisipasi, diskopumdag telah mengajukan pengalihan alokasi.
“Kami sudah bersurat ke Pertamina. Supaya pada 15 September dilakukan pengalihan alokasi. Supaya nanti pasokan elpiji dimasyarakat tetap terjaga,” beber Iwan. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto