Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Biasanya Pemancing Penuh Sesak, Pengeringan Irigasi Colo Barat Kini Sepi: Ternyata Karena Ikan Ini

Iwan Kawul • Rabu, 2 Oktober 2024 | 01:53 WIB
Hanya segelintir warga warga yang mencoba peruntungan menjaring ikan di Saluran Induk Colo Barat setelah dikeringkan airnya, Selasa pagi (1/10).
Hanya segelintir warga warga yang mencoba peruntungan menjaring ikan di Saluran Induk Colo Barat setelah dikeringkan airnya, Selasa pagi (1/10).

RADARSOLO.COM – Biasanya saat Saluran Induk Colo Barat (SICB) dikeringkan, ratusan warga memadati kawasan tersebut untuk mencari ikan. Tapi pengeringan yang dilakukan Selasa pagi (1/10), justru sepi peminat. Diduga warga enggan terjun karena tidak ada ikan.

Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Bengawan Solo Astria Nugrahany menjelaskan, penutupan SICB menindaklanjuti hasil koordinasi lintas instansi.

Di antaranya Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS), induk perkumpulan petani pemakai air (IP3A), serta gabungan perkumpulan petani pemakai air (GP3A) pada 27 September. Hasilnya, pintu irigasi Dam Colo Barat ditutup mulai 1 Oktober pukul 06.00.

"Pembukaan kembali menunggu hasil koordinasi lanjut dengan para stakholder,” kata Astria dalam surat resminya terkait penutupan Saluran Induk Colo Barat.

Astria menambahkan, debit untuk Irigasi Colo Timur dan debit Sungai Bengawan Solo tetap dialiri, dengan diatur oleh Jasa ASA. Pantauan Jawa Pos Radar Solo, Selasa, ratusan warga memadati pintu air SICB. Berniat mencari ikan di saluran irigasi yang mengairi lahan di Wonogiri, Sukoharjo, hingga Klaten tersebut.

“Sudah sejak tadi pagi di sini, sambil mencari tempat terbaik untuk menjaring ikan. Biasanya saluran irigasi barat dan timur ditutup semua. Tapi sekarang hanya barat saja yang ditutup. Biasanya sampai satu bulan,” ujar Mulyono, 55, warga Desa Pengkol, Kecamatan Nguter ini.

Sayangnya, warga yang datang harus gigit jari. Karena habitat yang ada di sana hanya ikan jenis sapu-sapu.

“Sapu-sapu tidak ada yang mau. Beda kalau ikannya gabus, nila, lele, atau gurame. Pasti yang jaring ikan penuh sesak. Padahal ikan sapu-sapu bisa diolah jadi sosis dan bakso pentol,” bebernya.

Ikan sapu-sapu yang terperangkap jaring tersebut alhasil hanya dibuang percuma di tepian.

“Dibuang saja biar mati. Ikan ini perusak habitat, suka memakan telur ikan yang lain,” ujarnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#penutupan dam colo barat #saluran irigasi colo barat