RADARSOLO.COM – Hujan yang turun belakangan ini belum merata di Kabupaten Sukoharjo. Alhasil, Kota Makmur sisi selatan masih krisis air bersih. Bahkan ada dua sekolah dasar (SD) dan satu pondok pesantren (ponpes) yang terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, hingga pekan ini kekeringan melanda tiga kecamatan, 12 desa, 21 dusun, dua SD, dan satu ponpes. Jumlah total warga terdampak yakni 1.552 kepala keluarga (KK), yang terdiri dari 6.065 jiwa.
“Kami sudah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi dampak kekeringan. Terutama di wilayah Sukoharjo bagian selatan. Salah satunya dengan dropping air bersih sebanyak 309 tangki. Itu setara 1.673.000 liter,” kata Ariyanto, Senin (7/10).
Sejumlah desa terdampak kekeringan di Kecamatan Tawangsari. Di antaranya Desa Kedungjambal, Watubonang, dan Pundungrejo. Total 353 KK atau 1.199 jiwa terdampak. Digelontor 88 tangki atau 368.000 liter air bersih.
Kekeringan juga melanda Desa Kamal, Kunden, dan Ngasinan, Kecamatan Bulu. Tercatat 396 KK atau 1.322 jiwa terdampak. Di sana sudah digelontor 99 tangki atau 435.000 liter air bersih.
Selain itu, Desa Tawang, Alasombo, Karangmojo, Weru, Jatingarang, dan Karanganyar, Kecamatan Weru juga terdampak. Terdapat 803 KK atau 3.544 jiwa yang krisis air bersih. Saat ini sudah digelontor 122 tangki atau 870.000 liter air bersih.
“Kami juga distribusikan bantuan tandon air ukuran 5.000 liter. Tandon air tersebut bantuan dari pemerintah pusat. Jumlah bantuan sebanyak 18 unit, disebar ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan,” papar Ariyanto. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto