RADARSOLO.COM – Merespons kebutuhan air bersih di wilayah terdampak kekeringan parah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo menerima bantuan 100 tangki air bersih dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo.
Bantuan ini sangat membantu, mengingat stok air bersih yang dimiliki BPBD hanya 17 tangki. Sedangkan permintaan bantuan dari warga terus meningkat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menyampaikan, dalam sepekan terakhir stok bantuan air bersih menipis. Situasi ini mendorong BPBD untuk segera mengajukan bantuan tambahan kepada BAZNAS.
“Kekeringan melanda sejumlah desa di Sukoharjo sisi selatan, terutama di Kecamatan Bulu, Weru, dan Tawangsari. Sehingga stok air bersih kami semakin menipis,” ungkap Ariyanto, Selasa (29/10).
Tambahan 100 tangki air bersih dari BAZNAS ini, membuat stok BPBD mencukupi. Terutama untuk memenuhi kebutuhan warga hingga awal musim penghujan.
Apalagi kondisi sumur-sumur warga di beberapa desa mulai membaik. Sehingga kebutuhan air bersih dari BPBD kemungkinan akan berkurang secara bertahap.
“Stok 100 tangki ini kami perkirakan cukup hingga datangnya musim penghujan. Karena sumur-sumur warga juga mulai terisi air,” tambahnya.
Bantuan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara BPBD dan BAZNAS dalam menangani krisis kekeringan yang masih melanda sebagian wilayah Sukoharjo. Ke depannya, BPBD Kabupaten Sukoharjo terus memantau perkembangan di lapangan dan akan mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak secara berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan air warga tercukupi (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto