Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dam Colo Timur Ditutup, Irigasi Mampet: Petani Desa Karangwuni Polokarto Diguyur Sumur Dalam

Iwan Kawul • Jumat, 8 November 2024 | 01:19 WIB

 

 

Lahan pertanian di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo diguyur air sumur dalam, Kamis (7/11).
Lahan pertanian di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo diguyur air sumur dalam, Kamis (7/11).

RADARSOLO.COM – Hujan saat ini sudah mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sukoharjo. Kendati demikian, debit air irigasi di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto terpantau menurun. Ini dampak dari kemarau panjang. Solusinya, sumur dalam di wilayah setempat mulai diaktifkan.

Selama ini, petani di Desa Karangwuni mengandalkan irigasi dari Saluran Induk Colo Timur. Sayangnya hingga awal November ini, debit airnya belum mencukupi. Alhasil areal persawahan di sana kekurangan pasokan air. Padahal musim tanam sudah dimulai.

Ketua Gabungan Petani Pengguna Air Dam Colo Timur Sarjanto menjelaskan, debit air saluran irigasi hanya 3 meter kubik per. Ini menjadi kendala serius bagi para petani, karena pasokan terbatas.

“Sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sawah-sawah yang mulai ditanami padi. Karena debit airnya sekarang masih kecil,” kata Sarjanto, Kamis (7/11).

Mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Karangwuni bersama petani mulai mengaktifkan sumur dalam yang ada. Tercatat ada 16 unit sumur dalam yang sudah dibangun di sana.

“Per titik sumur dalam mampu mengairi 5 hektare lahan pertanian. Sehingga total area yang bisa dialiri sumur dalam sekitar 80 hektare,” ungkap Kepala Desa (Kades) Karangwuni Hartono.

Kendati demikian, Hartono mengakui belasan sumur dalam tersebut belum bisa mencakup total keseluruhan areal pertanian di Desa Karangwuni. Diperkirakan masih membutuhkan dua unit tambahan sumur dalam lagi.

Selama ini, pengelolaan sumur dalam menjadi kewenangan perkumpulan petani pemakai air (P3A). Tiap petani dibebankan Rp 15.000 per jam untuk pengairan lahan.

“Saluran Induk Colo Timur sekarang kan dikeringkan. Jadi pasokan irigasi terhenti sementara. Sumur dalam ini satu-satunya sumber irigasi. Beda dengan daerah lain yang tidak bisa menanam. Desa Karangwuni masih bisa menanam padi di musim kemarau, karena sumur dalam ini,” imbuh Hartono.

Sementara itu, hadirnya sumur dalam ini diharapkan bisa mendongkrak produksi padi. Sehingga memperbaiki kesejahteraan para petani setempat.

“Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sukoharjo. Serta menjaga ketersediaan pangan di saat musim kemarau dan cuaca ekstrem melanda,” beber Hartono. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#sumur dalam di polokarto sukoharjo #Sumur Dalam untuk Irigasi #Dam Colo Timur