Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sukoharjo Masuk Wilayah Rawan Bencana, Sudah Puluhan Bencana Melanda Sejak Januari-Oktober 2024

Iwan Kawul • Jumat, 15 November 2024 | 02:31 WIB

 

Pengecekan armada saat apel kesiapsiagaan bencana alam di halaman kantor Setda Sukoharjo, Kamis (14/11).
Pengecekan armada saat apel kesiapsiagaan bencana alam di halaman kantor Setda Sukoharjo, Kamis (14/11).

RADARSOLO.COM – Bencana hidrometeorologi mulai melanda Sukoharjo di awal musim penghujan ini. Berbagai upaya mitigasi dilakukan Pemkab Sukoharjo untuk meminimalkan dampaknya. Salah satunya lewat apel kesiapsiagaan bencana di halaman kantor Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo, Kamis pagi (14/11).

Apel dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo. Dia menjelaskan, secara geografis, geologis, demografis, dan hidrometeorologis, Kota Makmur termasuk wilayah rawan bencana. Meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Periode Januari-Oktober, ada 19 kejadian angin kencang, empat banjir, dua tanah longsor, dan 19 karhutla. Estimasi kerugiannya mencapai Rp 400 juta. Angka ini meningkat dibanding 2023. Namun kerugiannya lebih banyak di 2023 yang di atas Rp 1 miliar,” kata Widodo.

Widodo menambahkan, upaya mitigasi bencana yang dilakukan mulai membuahkan hasil. Namun, seluruh lapisan masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Terutama menghadapi musim penghujan.

“Prakiraan BMKG, musim hujan sudah tiba. Puncaknya nanti pada Januari-Februari 2025. Ini kan masa pancaroba. Sering hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Perlu diwaspadai, karena bisa memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang,” bebernya.

Selain itu, Widodo juga menghimbau masyarakat untuk gotong royong mengurangi risiko bencana. “Seperti membersihkan saluran air, menanam tanaman berakar kuat, menyiapkan tempat evakuasi, serta mengaktifkan siskamling,” bebernya.

Sementara itu, apel melibatkan 650 peserta dari unsur TNI/Polri, pemadam kebakaran (damkar), relawan, SAR, Tagana, PMI, PLN, dan instansi terkait lainnya. Setelah apel, dilanjutkan penyerahan bantuan alat kebencanaan berupa chainsaw dan pelampung kepada enam desa tangguh bencana (destana).

“Apel ini untuk mengecek kesiapan personel dan peralatan. Ini wujud komitmen bersama, dalam upaya mitigasi bencana,” beber Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#pemkab sukoharjo #bencana alam sukoharjo #BPBD Sukoharjo #mitigasi kebencanaan