RADARSOLO.COM – Momentum Lebaran masih beberapa bulan ke depan. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo sudah memikirkan program mudik gratis sejak dini. Rencananya, pemkab akan siapkan delapan armada bus untuk program mudik gratis Lebaran 2025.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro menjelaskan, ada penambahan jumlah armada bus mudik gratis Lebaran tahun depan. Di awal program pada 2023, hanya disediakan empat armada bus.
Kemudian momentum Lebaran tahun ini, pemkab menambah armada menjadi tujuh unit. Nah, tahun depan jumlah armada bertambah lagi jadi delapan unit.
“Ini upaya kami dalam meningkatkan pelayanan bagi para perantau asal Sukoharjo, melalui program mudik gratis yang rutin diadakan setiap tahun. Idul Fitri 2025 mendatang Pemkab Sukoharjo menyiapkan delapan armada bus mudik gratis,” kata Toni, Senin (16/12).
Toni menambahkan, program ini bentuk kepedulian Pemkab Sukoharjo kepada warganya yang tinggal di perantauan. Terutama yang taraf ekonominya terbatas.
“Setiap tahun kami selalu mengupayakan armada bus mudik gratis untuk warga Sukoharjo yang merantau. Tahun ini delapan armada bus mudik gratis akan dibagi-bagi. Nanti enam bus untuk wilayah Jabodetabek. Kemudian yang dua bus untuk wilayah Bandung,” urai Toni.
Pembagian tersebut, lanjut Toni, berdasarkan masukan dari para perantau yang berada di Kota Bandung. Mereka meminta agar Pemkab Sukoharjo juga memfasilitasi bus mudik gratis di Kota Kembang.
“Hadirnya armada bus mudik gratis ini sangat diharapkan oleh para perantau. Terutama yang berpenghasilan rendah. Melalui program mudik gratis, mereka bisa memangkas biaya yang cukup besar,” imbuh Toni.
Ya, anggaran untuk mudik paling menguras kantong saat Lebaran tiba. Ambil contoh satu keluarga yang beranggotakan empat orang. Jika membayar tiket bus untuk empat orang sekali jalan, pasti memberatkan perantau dengan penghasilan rendah.
Kendal lainnya, yakni sulitnya mendapatkan transportasi umum saat momentum Lebaran. Biasanya masyarakat saling berpacu untuk mendapatkan tiket pada tanggal atau jam tertentu. Belum lagi harga tiket yang bisa dipastikan mengalami kenaikan.
“Kalau mudik sekeluarga ada empat orang, ya bisa lumayan pengeluarannya. Apalagi kalau saat Lebaran. Sulit cari transportasi. Kalau ikut program mudik gratis kan bisa hemat,” papar Toni.
Toni berharap program mudik Lebaran gratis ini dimanfaatkan dengan baik oleh warga Kota Makmur di perantauan. Serta menghimbau agar perantau meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. Karena mudik dengan sepeda motor berpotensi menyebabkan kelelahan, sehingga berujung kehilangan konsentrasi saat berkendara. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto