RADARSOLO.COM - Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Sukoharjo berkolaborasi dengan Kodim 0726 Sukoharjo.
Dua instansi tersebut akan berkolaborasi terkait pendampingan pada petani hingga pemetaan lahan pertanian sekaligus bantuan alat mesin pertanian.
Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Supri Siswanto mengatakan, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu dua instansi saja. Tetapi keterlibatan semua pihak, termasuk TNI.
"Kami akan totalitas dalam melakukan pengawasan, entah itu pada distribusi pupuk, pembelian gabah petani agar sesuai HPP sekaligus memberikan bantuan pada perlengkapan alat pertanian (Alsintan)," ujar Dandim saat bertemu dengan awak media di Makodim, Selasa (21/1/2025).
Dijelaskan, Kodim Sukoharjo mempunyai Posko terkait dengan persoalan pertanian di Kabupaten Sukoharjo serta Brigade Petani.
Bahkan guna mendukung program pemerintah Pusat tersebut, alsintan yang ada di Makodim, diperbantukan pada Dispertan.
"Tujuannya apa, kalau alat itu ada di sini nanti petani sungkan dan takut kalau mau pinjam. Tetapi kalau kami serahkan pada Dinas Pertanian para petani akan lebih mudah dan tidak pekewuh kalau mau menggunakan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, kolaborasi dengan TNI khususnya Kodim Sukoharjo sudah dilakukan sejak beberapa saat lalu. Khususnya mengenai identifikasi lahan pertanian.
"Kami memang ada target dari pemerintah Pusat. Terkait dengan ini, kami menjalin kerjasama dengan TNI, Polri dan unsur lainnya untuk mewujudkan target swasembada pangan itu," jelas Bagas.
Ke depan kami juga akan mengumpulkan petani dan kelompok petani agar target pertanian ini bisa terwujud.
Salah satunya adalah dengan mempercepat masa tanam hingga panen. Sehingga yang biasanya hanya tiga kali panen, bisa menjadi 4 kali panen dalam satu musim.
"Ini terobosan-terobosan yang kami lakukan. Termasuk memanfaatkan lahan bekas galian C di wilayah Polokarto untuk kami jadikan lahan padi produktif," jelasnya. (kwl)
Editor : Damianus Bram