RADARSOLO.COM- Kasus keracunan yang dialami puluhan siswa SDN Dukuh 3, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo Kota, telah ditangani dengan cepat.
Dinkes Sukoharjo dan pihak terkait segera memberikan penanganan.
Kondisi seluruh siswa SDN Dukuh 3 yang mengalami keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) juga telah pulih.
Terkait penyebab keracunan siswa SDN Dukuh 3, Dinkes Sukoharjo telah menerima hasil lab.
Kepala Dinkes Sukoharjo Tri Tuti Rahayu menjelaskan, hasil lab sampel makanan diterima pada pekan ini.
Dari hasil lab tersebut, diketahui secara pasti penyebab puluhan siswa SDN Dukuh 3 mengalami keracunan.
“Seperti dugaan awal, penyebab keracunan adalah ayam crispy yang dikonsumsi para siswa,” ujar Tuti, Kamis (23/1/2025).
Dalam program MBG tersebut, menu makanan yang disajikan terdiri dari nasi putih, oseng wortel dan kol, ayam crispy, tahu bacem, buah naga, dan susu.
Namun, ayam crispy menjadi fokus investigasi setelah sejumlah siswa mengalami gejala keracunan. Seperti mual, muntah, dan diare.
Untuk menangani kasus ini, Dinkes Sukoharjo menerapkan lima langkah utama sesuai arahan Kementerian Kesehatan.
Tim gerak cepat memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala mendapatkan pemeriksaan kesehatan, diikuti pemantauan lanjutan guna memastikan pemulihan total.
Baca Juga: Hasil IBL: Kesatria Bengawan Solo menang Telak Atas Rajawali Medan
“Dinkes bekerja sama dengan pihak sekolah, pengelola MBG, dan lintas sektor lain untuk mengevaluasi pelaksanaan program ini. Sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” jelas Tuti.
Dinkes Sukoharjo juga memberikan edukasi kepada guru, siswa, dan orang tua tentang cara memastikan makanan sehat dan aman dikonsumsi.
Penyuluhan ini mencakup pengenalan tanda-tanda keracunan makanan sejak dini.
Sebagai upaya pencegahan, Tuti mengungkapkan, bahwa seluruh tempat pengolahan makanan yang terlibat dalam program MBG diwajibkan segera mengurus sertifikat laik hygiene sanitasi.
Hal ini untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.
“Kami ingin memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan aman,” pungkas Tuti. (kwl/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono