RADARSOLO.COM-Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi tantangan besar bagi peternakan di Kabupaten Sukoharjo.
Merujuk data Dinas Pertanian dan Perikanan per 22 Januari 2025, tercatat sebanyak 110 ekor sapi terpapar PMK.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 76 ekor sapi telah sembuh, 9 ekor mati, dan 3 ekor dipotong paksa untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
“Dari 110 ekor hewan yang sakit, semuanya adalah sapi. Hewan lain seperti kerbau, domba, kambing, dan babi belum terpapar,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Arif Rahmanto, Minggu (26/1/2025).
Pemerintah daerah terus berupaya mengatasi wabah ini melalui vaksinasi masal.
Hingga saat ini, sebanyak 639 dosis vaksin telah diberikan, dengan rincian 409 dosis untuk sapi dan 149 dosis untuk kambing.
“Vaksinasi dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit. Kami mengimbau peternak agar proaktif melaporkan hewan yang sakit dan mendukung program vaksinasi,” tambah Arif.
Selain vaksinasi, edukasi kepada peternak juga menjadi prioritas.
Peternak diajarkan mengenali gejala awal PMK, cara penanganan, dan langkah pencegahan agar dapat segera mengisolasi ternak yang terinfeksi.
"Kami ingin memastikan peternak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menghadapi wabah ini. Kebersihan kandang juga harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Dari total kasus, tingkat kesembuhan mencapai 76 ekor atau sekitar 69 persen.
Namun, tingkat kematian akibat PMK yang berada di angka 8,2 persen tetap menjadi perhatian serius.
“Kami mendorong peternak untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan kandang, dan segera mengisolasi hewan yang menunjukkan gejala,” tegas Arif.
Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo optimistis mampu mengendalikan PMK dengan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk peternak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan bekerja sama dengan pemerintah demi mencegah meluasnya wabah dan memastikan kesehatan hewan ternak tetap terjaga. (kwl/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono