RADARSOLO.COM-Masyarakat Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, meminta Pemkab Sukoharjo segera menangani kondisi Bendungan Siluwur.
Tumpukan sampah yang selalu mengendap di bendungan ini dinilai memicu risiko banjir, terutama saat musim hujan seperti saat ini.
Kepala Desa Tegalsari Nugroho Dwi Susilo menegaskan, banjir akibat bendungan tersumbat berpotensi merugikan sekitar 40 hektare lahan pertanian milik warga setempat.
"Harapan masyarakat dan pemerintah desa, mohon dinas terkait segera mengambil tindakan. Kami ingin solusi agar Bendung Siluwur tidak merugikan masyarakat," ujar Nugroho, Minggu (2/2).
Setiap bulan, Bendung Siluwur dipenuhi sampah organik. Seperti batang kayu, bambu, dan sisa tanaman dari ladang warga.
Sampah ini menyumbat aliran air, menyebabkan bendungan meluap saat hujan deras dan menggenangi area pertanian.
Pemerintah desa dan warga telah berupaya melakukan pembersihan berkala.
Tetapi mereka berharap adanya solusi jangka panjang. Seperti rehabilitasi bendungan untuk mencegah banjir berulang.
Sementara itu, aparat kepolisian, TNI, relawan, dan pemerintah desa telah turun tangan membersihkan bendungan sebagai langkah darurat.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kapolsek Weru, AKP Efendi Kristono menyampaikan, kerja bakti dilakukan pada Jumat (31/1/2025) untuk mempercepat pembersihan.
"Personel gabungan TNI, Polri, relawan, dan pemerintah desa telah dikerahkan. Kami juga menggunakan alat berat untuk membersihkan sampah lebih cepat," ungkap AKP Efendi Kristono.
Baca Juga: Kongres PDI Perjuangan 2025 Akan Digelar di Kota Solo, Yuk Intip Persiapannya
Namun, masyarakat tetap berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah guna memastikan bendungan berfungsi optimal dan melindungi lahan pertanian dari ancaman banjir. (kwl/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono