Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Genangan Air Masuk ke Sawah, Camat Sukoharjo Cek Saluran Irigasi

Iwan Kawul • Selasa, 4 Februari 2025 | 21:28 WIB
Camat Sukoharjo Kota Havid Danang Purnomo Widodo melakukan pengecekan langsung ke sejumlah saluran irigasi, Senin (3/2/2025).
Camat Sukoharjo Kota Havid Danang Purnomo Widodo melakukan pengecekan langsung ke sejumlah saluran irigasi, Senin (3/2/2025).

RADARSOLO.COM – Di tengah musim penghujan saat ini, saluran irigasi di Kecamatan Sukoharjo Kota terlihat bermasalah.

Menindaklanjuti hal tersebut, Camat Sukoharjo Kota Havid Danang Purnomo Widodo melakukan pengecekan langsung ke sejumlah saluran irigasi, Senin (3/2/2025).

Hasilnya, ditemukan berbagai permasalahan serius seperti saluran irigasi yang rusak, pintu air yang tidak berfungsi, serta tumpukan sampah yang menghambat aliran air.

"Kami melaksanakan kegiatan optimalisasi ketahanan pangan di Kecamatan Sukoharjo. Dari hasil pengecekan, ternyata di musim penghujan ini ada beberapa masalah. Salah satunya, genangan air di sawah yang berakibat pada gagal tanam," ungkap Havid.

Dua wilayah yang paling terdampak adalah Bulakan dan Kriwen. Dimana masing-masing wilayah tersebut, sekitar 5 hektare sawah terendam air akibat buruknya sistem irigasi.

Jika tidak segera ditangani, lahan pertanian di daerah ini akan terus mengalami gangguan setiap musim hujan.

Havid menegaskan bahwa solusi utama dari permasalahan ini adalah pengerukan dan normalisasi saluran air.

Ia mengusulkan agar normalisasi dilakukan mulai dari selatan Pasar Cuplik ke barat hingga Bengawan Solo.

Jika langkah ini segera diambil, maka potensi genangan air bisa ditekan dan lahan pertanian bisa kembali dimanfaatkan secara optimal.

"Jika tidak segera dibenahi, setiap tahun sawah di Bulakan ini akan terus terendam dan gagal tanam. Pengerukan saluran air harus dilakukan secepatnya," tegasnya.

Selain itu, Kriwen juga menjadi perhatian utama, terutama di belakang Koramil Sukoharjo Kota.

Menurut Havid, selain permasalahan pintu air yang rusak, kondisi saluran air juga dipenuhi sampah, yang menyebabkan air tidak mengalir dengan lancar.

"Di Pasar Cuplik ke arah utara, banyak sekali sampah yang menyumbat aliran air. Kami akan merencanakan pembersihan dengan melibatkan relawan dan akan dibahas lebih lanjut dalam Musrenbangcam," jelasnya.

Ia juga berharap Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bisa turun tangan untuk membantu penanganan normalisasi dan perbaikan pintu air yang rusak.

Selain penanganan teknis, Camat Havid juga menyoroti bangunan liar yang berdiri di atas saluran air.

Ia menegaskan akan melakukan penertiban terhadap warga yang membangun jembatan atau akses ke rumah dan toko yang tidak sesuai spesifikasi.

"Kami mohon pengertian warga. Jika ada jembatan atau bangunan yang menghambat aliran air, kami akan tertibkan dan bongkar. Ini demi kepentingan bersama agar saluran air tetap lancar," ujarnya.

Havid menambahkan, di sisi lain, program ketahanan pangan di Kecamatan Sukoharjo Kota juga terus diperkuat.

Menurutnya 20 hektare lahan yang saat ini ditanami palawija seperti jagung, akan diubah menjadi lahan pertanian padi.

Program ini didukung bantuan dari Kementerian Pertanian, berupa pompanisasi air dengan energi matahari.

"Ke depan, kita akan mengoptimalkan pertanian dengan pompanisasi berbasis energi matahari. Ini akan sangat membantu petani dalam mengatasi masalah air," kata Havid. (kwl)

Editor : Damianus Bram
#Havid Danang Purnomo Widodo #Kecamatan Sukoharjo Kota #saluran irigasi #Camat Sukoharjo Kota #Saluran Air