Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Petani Sukoharjo Ancam Demo Jika Dam Colo Dikeringkan Bulan Oktober, Tuntut Transparansi Distribusi Air Irigasi saat Kemarau

Iwan Kawul • Selasa, 11 Februari 2025 | 06:14 WIB
TUTUP PINTU AIR: Warga menyemut di Dam Colo, Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo untuk mencari ikan, Senin (16/10).
TUTUP PINTU AIR: Warga menyemut di Dam Colo, Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo untuk mencari ikan, Senin (16/10).

RADARSOLO.COM – Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Sukoharjo Colo Timur layangkan ancaman akan gelar demo besar-besaran jika pengeringan Dam Colo tetap dilakukan pada bulan Oktober.

Para petani khawatir kebijakan ini akan semakin memperparah kesulitan air irigasi yang selama ini mereka hadapi, terutama saat musim kemarau.

Ketua GP3A Sukoharjo Colo Timur, Jigong Sarjanto, menyuarakan keresahan petani yang merasa terancam dengan pengambilan air baku dari Waduk Gajah Mungkur (WGM) untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wososukas.

Ia mempertanyakan apakah keputusan tersebut telah melalui kajian mendalam, mengingat selama ini kebutuhan irigasi petani saja sering mengalami kekurangan.

“Untuk keperluan irigasi saja, air masih sering kurang. Lalu, bagaimana jika sekarang air juga dialokasikan untuk air minum? Apakah ada jaminan pasokan air tetap cukup?” ujar Jigong.

Tolak Pengeringan Dam Colo di Bulan Oktober

Kekhawatiran petani semakin diperburuk dengan kebijakan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang setiap tahun melakukan pengeringan saluran induk Colo pada bulan Oktober.

Padahal, periode ini masih bertepatan dengan masa panen.

Jigong menegaskan, pengeringan di bulan Oktober akan berdampak langsung pada produktivitas pertanian di Daerah Irigasi (DI) Colo, yang mencakup lebih dari 25.000 hektare lahan pertanian.

Jika kebijakan ini tetap diberlakukan, petani tidak akan tinggal diam.

"Jika air tetap dikurangi dan pengeringan tetap dilakukan Oktober, kami siap turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi kami," tegas Jigong.

 

Pengeringan Dijadwal Ulang

Menanggapi ancaman demo dari para petani, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menegaskan bahwa proyek SPAM Wososukas telah dikaji secara matang, dan tidak akan mengganggu kebutuhan irigasi petani.

“Kami membangun dengan perencanaan yang matang, bukan asal-asalan. Insyaallah pasokan air tetap aman, baik untuk air minum maupun irigasi, termasuk di musim kemarau,” ujar Dody saat bertemu dengan sejumlah petani di Dam Colo, Sabtu (8/2/2025) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Dody mengumumkan pengeringan saluran irigasi Dam Colo yang semula dijadwalkan Oktober akan diundur ke bulan November.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan periode panen yang masih berlangsung di banyak daerah pada bulan Oktober.

“Pengeringan tetap harus dilakukan untuk perawatan saluran irigasi, tapi tahun ini kami jadwalkan ulang ke bulan November agar tidak mengganggu panen petani,” jelasnya.

Petani Desak Transparansi Distribusi Air

Meski ada penjadwalan ulang, Jigong Sarjanto tetap merasa belum sepenuhnya yakin dengan janji pemerintah.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, petani kerap mengalami kesulitan air irigasi, terutama saat musim kemarau.

Jika pasokan air dari Waduk Gajah Mungkur semakin dibagi untuk kebutuhan lain, petani khawatir akan semakin terdampak.

“Waduk Gajah Mungkur itu dibangun untuk menyimpan air bagi irigasi saat kemarau. Tapi anehnya, ketika petani benar-benar butuh air, justru saluran irigasi dikeringkan dengan alasan perawatan,” kritik Jigong.

Ia menuntut transparansi dalam pengelolaan air, termasuk mekanisme distribusi yang jelas dan keterlibatan petani dalam perencanaan.

"Kami ingin kepastian. Kalau pemerintah tidak segera memberikan solusi yang berpihak pada petani, kami akan turun ke jalan untuk menuntut hak kami," pungkas Jigong. (kwl/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#irigasi #bbwsbs #Dam Colo #pengeringan #pertanian #petani #Dody Hanggodo #waduk gajah mungkur