Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wonorejo Sukoharjo Dinobatkan sebagai Desa Antikorupsi Terbaik se-Jateng, Kades: Ini Enggak Mudah

Iwan Kawul • Senin, 17 Februari 2025 | 19:04 WIB
Camat Polokarto Herry Mulyadi (kiri) dan Kades Wonorejo  Yusuf Aziz Rahma pamerkan trofi Desa Antikorupsi belum lama ini.
Camat Polokarto Herry Mulyadi (kiri) dan Kades Wonorejo Yusuf Aziz Rahma pamerkan trofi Desa Antikorupsi belum lama ini.

RADARSOLO.COM- Pemberantasan korupsi terus digaungkan pemerintah pusat.

Pun demikian dengan pemerintah provinsi hingga desa.

Terkait upaya memberangus korupsi, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo berhasil meraih predikat Desa Antikorupsi terbaik se-Jawa Tengah dengan nilai tertinggi 98,5 dalam penilaian yang dilakukan Pemprov Jateng pada 2024.

Kepala Desa Wonorejo Yusuf Aziz Rahma mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, ini perlu kita syukuri bersama-sama. Penilaian ini menjadi bukti bahwa komitmen kami dalam membangun desa yang bersih dari korupsi telah membuahkan hasil,” ujar Yusuf, Senin (17/2).

Menurutnya, langkah awal menuju desa antikorupsi dimulai sejak akhir 2023.

Kala itu, Desa Wonorejo diundang menghadiri kegiatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Semarang bersama Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura.

Dua desa tersebut ditunjuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat Kabupaten Sukoharjo untuk mendampingi Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam acara tersebut.

Yusuf mengatakan, upaya menuju Desa Anti Korupsi bukanlah hal yang mudah.

“Sejak awal ditunjuk, kami merasa tanggung jawab ini sangat besar. Kasus korupsi di masa lalu masih cukup kental, baik di masyarakat maupun di internal desa. Namun, kami bertekad untuk mengubah keadaan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Yusuf mengumpulkan seluruh perangkat desa dan memberikan motivasi agar bersama-sama membangun sistem yang transparan dan akuntabel.

“Kami ingin membuktikan bahwa desa bisa bersih dari korupsi. Sejak saya menjabat sebagai kepala desa pada akhir 2019, saya memastikan tidak ada praktik pungutan liar dan pelayanan harus maksimal. Korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) harus diberantas,” tegasnya.

Baca Juga: Hasil Lengkap 8 Besar Liga 4 Jawa Tengah: Persika Karanganyar Lolos Meski Kalah, PPSM Magelang Didiskualifikasi dari Kompetisi

Keberhasilan Desa Wonorejo tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dilakukan.

Antara lain lomba video panjang dan pendek bertemakan pesan moral antikorupsi.

Lomba mural di RT masing-masing dengan pesan-pesan antikorupsi.

Lonceng Desa Antikorupsi sebagai simbol komitmen bersama.

Penghargaan bagi RT yang berkomitmen dalam membangun desa bersih dari korupsi.

Dan tentu saja partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam program ini.

“Masyarakat begitu mendukung, bahkan perangkat desa yang awalnya ragu kini ikut bersemangat,” terang Yusuf.

“Kami juga bersyukur, dalam penilaian, tidak ditemukan kasus fraud atau kejanggalan keuangan di desa kami,” lanjutnya.

Keberhasilan Desa Wonorejo menekan kerawanan korupsi semakin lengkap dengan menjuarai lomba video antikorupsi yang digelar oleh Inspektorat Sukoharjo.

“Alhamdulillah, video yang kami buat meraih juara satu. Ini menunjukkan bahwa kesadaran antikorupsi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa kami,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Polokarto Herry Mulyadi mendukung penuh Desa Wonorejo dalam pemberantasan korupsi.

Memberikan keleluasaan bagi desa untuk terus berinovasi dalam program anti korupsi.

“Kami selalu memberikan arahan dan monitoring yang ketat dari pemerintah kecamatan dan kabupaten, sehingga desa kami semakin termotivasi untuk menjadi contoh bagi desa-desa lain,” beber Herry Mulyadi.

Baca Juga: Sempat Sesumbar Kalahkan Argentina Dihadapan Patrick Kluivert, Kini Indra Sjafri Gagal di Piala Asia U-20 2025

Dengan pencapaian ini, Desa Wonorejo menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukoharjo, khususnya di Kecamatan Polokarto dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

“Kami berharap keberhasilan ini bisa menjadi awal dari budaya bersih korupsi di tingkat desa, tidak hanya di Wonorejo, tetapi di seluruh Kabupaten Sukoharjo dan Jawa Tengah,” pungkasnya. (kwl/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Desa Antikorupsi #wonorejo #camat #polokarto #kades #jateng #sukoharjo