Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pelepasan Burung Hantu di Sukoharjo, Solusi Alami Kendalikan Hama Tikus

Iwan Kawul • Kamis, 20 Februari 2025 | 21:25 WIB
Pelepasliaran burung hantu Tyto alba di Pembatas Harmoni, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (20/2/2025).
Pelepasliaran burung hantu Tyto alba di Pembatas Harmoni, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (20/2/2025).

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bersama Kodim 0726/Sukoharjo, Pelestari Burung Indonesia (PBI) Pusat, P4S Harmoni, serta kelompok tani dan pemerhati lingkungan melaksanakan pelepasan burung hantu (Tyto alba) sebagai solusi alami mengendalikan hama tikus di area pertanian.

Kegiatan ini berlangsung di Pembatas Harmoni, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (20/2/2025).

Burung hantu yang dilepasliarkan ini merupakan hasil perawatan dan pemeliharaan P4S Harmoni sebelum dikembalikan ke alam.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya swasembada pangan yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menegaskan bahwa penggunaan burung hantu sebagai predator alami bertujuan untuk menekan populasi hama tikus tanpa harus bergantung pada pestisida kimia.

"Dengan adanya pelepasan ini, kami berharap burung hantu dapat berkembang biak dengan baik serta membantu petani dalam mengendalikan hama tikus secara alami. Konsep ini tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem," ujar Bagas, Kamis (20/2/2025).

Bagas menambahkan bahwa pelepasan burung hantu ini merupakan kolaborasi strategis antara TNI, PBI, dan P4S Harmoni dalam mendukung ketahanan pangan di Sukoharjo.

"Langkah ini sejalan dengan program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan dengan pendekatan berbasis ekologi," imbuhnya.

Komandan Kodim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf. Supri Siswanto, menegaskan bahwa program ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan berbagai pihak dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan.

"Kami berharap ekosistem tetap berjalan seimbang dan masyarakat terbantu dalam pemberantasan hama. Burung hantu Tyto alba adalah predator alami yang sangat efektif dalam mengendalikan populasi tikus di lahan pertanian," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program konservasi ini agar burung hantu dapat berkembang biak dengan baik dan berkontribusi dalam pengendalian populasi hama di sektor pertanian.

Selain pelepasan burung hantu, acara ini juga diisi dengan pemasangan rumah burung hantu (Rubuha) serta sesi edukasi bagi petani mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dalam praktik pertanian.

Sri Wiji Astuti dari P4S Harmoni menjelaskan bahwa pendekatan berbasis ekologi ini dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus melindungi lingkungan.

"Penting bagi kita semua untuk melindungi burung hantu dari perburuan liar, karena mereka memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan populasi hama di sawah," paparnya.

Pemkab Sukoharjo berkomitmen untuk terus mendukung program berbasis konservasi guna menciptakan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan hadirnya burung hantu sebagai solusi alami, petani di Sukoharjo kini memiliki alternatif pengendalian hama yang lebih efektif, murah, dan berkelanjutan. (kwl)

Editor : Damianus Bram
#Burung Hantu #Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo #Hama Tikus #swasembada pangan #sukoharjo