RADARSOLO.COM – Dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, Polres Sukoharjo menggelar Kegiatan Rutin dengan Target yang Dioptimalkan (KRYD).
Sejumlah kasus berhasil diungkap dengan harapan ketertiban dan keamanan masyarakat meningkat.
Bertempat di teras lobi Mapolres Sukoharjo, acara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, dengan didampingi oleh Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Supri Siswanto, serta perwakilan dari Kasat Pol PP dan Ketua MUI.
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres memaparkan berbagai keberhasilan jajarannya dalam memberantas berbagai tindak kriminal.
Salah satu capaian utama adalah pengungkapan tiga kasus perjudian yang melibatkan sembilan tersangka, termasuk perjudian Cap Jie Kia di Gatak, judi online, dan judi kartu remi.
"Selain itu, tindakan tegas juga dilakukan terhadap praktik premanisme yang marak terjadi. Sebanyak 14 tersangka berhasil diamankan dari 10 kasus berbeda, termasuk pencurian kendaraan bermotor, pengeroyokan, dan pencurian dengan kekerasan," kata Anggaito Hadi Prabowo, Jumat (22/2/2025).
Operasi ini juga berhasil mengamankan 45 pasangan tidak sah yang kemudian diberikan pembinaan.
Dalam upaya menjaga ketertiban di ruang publik, Polres Sukoharjo mengamankan 114 pelaku premanisme non-sidik, mulai dari parkir liar, pemabuk, hingga pengamen.
"Selain itu, tiga kasus pengeroyokan berhasil diungkap dengan sejumlah tersangka yang ditangkap di berbagai lokasi di Sukoharjo, termasuk di kawasan Hartono Trade Center dan jalan raya Sukoharjo," bebernya.
Polisi juga mengungkap tiga kasus pencurian kendaraan bermotor di berbagai lokasi dengan beberapa tersangka yang kini dalam proses hukum.
Sementara itu, dalam upaya memerangi peredaran narkoba, aparat berhasil menangkap sembilan tersangka dalam enam kasus berbeda, serta menyita ribuan butir obat terlarang dan sabu seberat lebih dari sepuluh gram.
"Dalam bidang lalu lintas, sebanyak 576 tilang diberikan kepada para pelanggar, termasuk untuk penggunaan knalpot brong yang meresahkan masyarakat. Selain itu, 39 kendaraan yang digunakan untuk balap liar berhasil diamankan," ujarnya.
Kemudian, upaya menjaga ketertiban juga diperkuat dengan penyitaan lebih dari 1.000 liter minuman keras ilegal yang ditemukan di berbagai titik di Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat menjelang Ramadhan.
“Kami akan terus meningkatkan patroli dan penindakan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Sukoharjo,. Dalam waktu dekat, kami juga akan menggelar operasi skala besar," pungkasnya. (kwl)
Editor : Damianus BramSumber : Radar Solo