RADARSOLO.COM-Sejumlah lokasi di Kabupaten Sukoharjo kebanjiran.
Sejumlah fasilitas publik terendam. Tanpa terkecuali gedung SMPN 1 Grogol dan SMPN 3 Nguter.
Humas SMPN 1 Grogol Agus Hariyadi menjelaskan, hingga Selasa (25/2) pukul 00.20 , terdapat 14 ruangan yang terdampak banjir, termasuk:
- Ruang kelas 7A-7E & 8C-8J
- Ruang gamelan
- Tiga kantin sekolah
Ketinggian air di bagian selatan sekolah bahkan mencapai paha orang dewasa.
Meskipun terdampak banjir, kegiatan sekolah tetap berlangsung.
Siswa kelas 9 tetap menjalankan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Siswa kelas 7 dan 8 bergotong royong membersihkan ruangan yang terdampak banjir.
Guru dan staf tata usaha turut serta dalam proses pembersihan pascabanjir.
"Air mulai surut pukul 08.05. Setelah kegiatan bersih-bersih, siswa dipulangkan lebih awal pada pukul 09.00," ujar Agus, Selasa (25/2).
Sementara itu, SMPN 3 Nguter mengalami kondisi yang lebih parah. Menyebabkan aktivitas sekolah terhenti total.
Hingga Selasa pagi, genangan air masih menutupi area sekolah, sehingga siswa terpaksa diliburkan.
Kepala SMPN 3 Nguter Anik Listyorini mengatakan, semua bangunan sekolah terdampak.
Termasuk 10 ruang kelas, ruang guru, dan ruang tata usaha.
"Kami meminta izin kepada Dinas Pendidikan untuk meliburkan siswa, karena air masih menggenangi lingkungan sekolah," terangnya.
"Bahkan, sampai saat ini kami belum berani menyalakan listrik karena masih berisiko," lanjut dia.
Saat ini, pihak sekolah bersama tenaga pendidik dan staf masih berupaya menangani dampak banjir.
Termasuk membersihkan ruangan dan memastikan lingkungan sekolah kembali aman bagi siswa.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di kedua sekolah masih dalam tahap pemulihan pascabanjir. Kegiatan belajar mengajar diharapkan segera kembali normal. (kwl/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono