RADARSOLO.COM – Abrasi di bantaran Sungai Bengawan Solo kembali menimbulkan dampak serius. Satu rumah di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, sebagian longsor ke sungai akibat terkikisnya tanah.
Rumah milik Sutarno (51) yang berada tepat di bibir sungai tergerus akibat derasnya arus yang terus menghantam bagian bawah bangunan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, menyebutkan bahwa kondisi rumah Sutarno sudah tidak aman untuk dihuni.
Pihaknya pun bergerak cepat mengevakuasi pemilik rumah guna menghindari risiko lebih besar.
"Sutarno sudah kami ungsikan ke rumah saudaranya pada Senin (24/2/2025) sore. Rumahnya dalam kondisi sangat berbahaya. Listrik juga telah kami putus untuk mencegah risiko lainnya," ujar Ariyanto, Selasa (25/2/2025).
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat bergotong royong pada Selasa (25/2/2025) untuk merobohkan sisa bangunan rumah Sutarno.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah longsor lebih besar serta menyelamatkan material bangunan yang masih bisa digunakan.
"Kami bersama berbagai pihak bekerja sama untuk merobohkan rumah Sutarno dan menyelamatkan material bangunan yang masih bisa dimanfaatkan. Ini juga bagian dari mitigasi agar tidak ada bangunan lain yang terdampak lebih parah," tambahnya.
BPBD Kabupaten Sukoharjo terus memantau wilayah-wilayah rawan abrasi di sepanjang Bengawan Solo, terutama di musim hujan yang berisiko mempercepat erosi tanah.
Warga yang bermukim di bantaran sungai diimbau untuk lebih waspada dan segera melapor jika ada tanda-tanda pergerakan tanah.
Pemerintah daerah juga berencana melakukan kajian lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, termasuk kemungkinan relokasi bagi warga yang rumahnya berada di zona rawan abrasi. (kwl)
Editor : Damianus Bram