Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Polres Sukoharjo bersama Forkopimda Gelar Panen Jagung Bahan Baku Benih di Desa Rejosari, Polokarto

Damianus Bram • Jumat, 7 Maret 2025 | 18:41 WIB
Polres Sukoharjo bersama jajaran Forkopimda menggelar panen jagung di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, pada Jumat (7/3/2025).
Polres Sukoharjo bersama jajaran Forkopimda menggelar panen jagung di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, pada Jumat (7/3/2025).

RADARSOLO.COM – Jagung bahan baku benih kini getol dibudidayakan oleh petani di Polokarto, Sukoharjo.

Petani mengklaim, jagung bahan baku benih lebih menguntungkan dibanding tanam jagung konsumsi.

Salah satu petani jagung bahan baku bibit di Polokarto, Suharno mengaku lebih menguntungkan menanam jagung bahan baku bibit.

Salah satunya, karena kontrak kerjasama sudah dilakukan sejak awal sebelum mulai tanam.

"Untungnya, sudah kerjasama di awal. Jadi lebih menguntungkan, karena pasti dibeli," kata Suharno.

Menurut Suharno, hasil panen jagung bahan baku bibit ini mencapai 5 ton perhektar. Kata dia, jagung bahan baku bibit ini berbeda dengan jagung konsumsi.

"Kalau jagung yang ini dimakan ga enak. Beda dengan yang konsumsi," katanya.

Untuk informasi, Polres Sukoharjo bersama jajaran Forkopimda menggelar panen jagung di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, pada Jumat (7/3/2025).

Panen ini merupakan bagian dari program pertanian yang bekerja sama dengan perusahaan penyedia bibit dari Jawa Timur.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menyampaikan bahwa jagung yang dipanen kali ini ditanam bersama pada 20 November 2024 dan saat ini telah mencapai usia 100 hari.

Alhamdulillah, di Polokarto ini kita panen seluas 5 hektare, dan di belakang masih ada 4 hektare lagi untuk jagung benih. Kalau untuk jagung monokultur, luasnya bisa mencapai 1.000 hektare,” ungkapnya.

Hasil panen jagung ini nantinya akan dibawa ke Jawa Timur untuk diproses lebih lanjut di pabrik.

Setelah melalui tahap treatment, jagung tersebut akan menjadi benih yang siap ditanam kembali sebagai jagung konsumsi.

“Beberapa hektare yang ada di Sukoharjo ini bisa sukses dipanen. Hasilnya juga cukup untuk menjadikan Sukoharjo swasembada pangan,” tambah Kapolres.

Di tempat yang sama, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan panen ini.

“Kami bersama Forkopimda panen jagung di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto. Ini adalah jagung bahan baku bibit. Tanam jagung ini bekerja sama dengan sebuah perusahaan penyedia bibit di Jawa Timur,” jelasnya.

Menurut Bupati, jagung yang telah diolah nanti bisa ditanam kembali untuk menghasilkan bibit berkualitas.

Ia juga menambahkan bahwa selain di Polokarto, panen jagung juga berlangsung di beberapa wilayah lain di Sukoharjo dengan total lahan sekitar 25 hektare.

Panen jagung ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan di Sukoharjo dan mendukung ketahanan pangan daerah.

"Selain itu, kerja sama dengan perusahaan bibit diharapkan mampu meningkatkan kualitas jagung yang dihasilkan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan petani dan masyarakat luas," pungkasnya. (kwl)

Editor : Damianus Bram
#panen #polokarto #sukoharjo #Bupati Sukoharjo Etik Suryani #jagung