RADARSOLO.COM–PHK massal ribuan pekerja Sritex menimbulkan dampak yang cukup besar.
Pemerintah pusat hingga daerah seperti berlomba-lomba memberikan solusi terhadap ribuan eks pekerja Sritex.
Belum lama ini, pemerintah pusat menjanjikan eks pekerja Sritex dapat bekerja kembali.
Itu setelah ada investor baru yang menyewa aset-aset Sritex sehingga eks pekerja bisa dipekerjakan.
Namun, hampir 2 pekan sejak janji mempekerjakan kembali eks pekerja Sritex, belum ada tanda-tanda direalisasikan.
Fenomena tersebut membuat eks pekerja Sritex resah.
Tapi apa daya, janji pemerintah hanya menjadi buah bibir mantan buruh Sritex.
Di lain sisi, janji pemerintah yang akan mempekerjakan kembali mantan buruh Sritex pada 2 pekan pasca jumpa pers di Istana Kepresiedenan membuat buruh dilematis.
Ketua SPSI Sritex Widada mengatakan, eks pekerja Sritex belum berani melangkah atau mencari pekerjaan ke perusahaan lain.
Sebab para eks pekerja Sritex masih menunggu realisasi janji pemerintah bisa bekerja kembali di Sritex.
Diketahui, pemerintah daerah di Solo Raya menyebut banyak perusahaan yang siap menerima eks pekerja Sritex.
Salah satunya di Sragen, beberapa perusahaan yang saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja, antara lain:
- PT Glory (Garmen): Membuka 3.000 lowongan kerja
- PT DMST (Garmen): Membutuhkan 1.000 karyawan
- PT Bati: Membutuhkan 1.000 karyawan
- PT Trust Common (Mainan Anak): Membuka 3.000 lowongan kerja
- PT Djarum Kudus: Juga siap menerima pekerja baru
Sementara itu, Kepala Disnaker Widyastuti Pratiwiningsih menjelaskan, ada 10 perusahaan di Solo Raya yang siap menampung eks karyawan Sritex.
Perusahaan-perusahaan ini mayoritas bergerak di bidang garmen dan industri serupa.
“Sampai saat ini ada 10 perusahaan yang menyatakan siap menerima. Mereka menawarkan klasifikasi jabatan dan kompetensi yang hampir sama dengan pekerjaan sebelumnya," ujar Widyastuti, Minggu (9/3).
"Ada PT Dan Liris di Sukoharjo, PT Liebra Permana di Wonogiri, dan lainnya. Eks pabrik Tyfountexc juga akan difungsikan sebagai pabrik sepatu, kemungkinan sebelum dipekerjakan akan ada pelatihan lebih dulu,” imbuhnya.
Disnaker Solo juga melakukan job matching, yaitu menyaring kompetensi dan pengalaman kerja para pekerja yang terdampak PHK. (kwl/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono