RADARSOLO.COM – Pekan kedua Ramadhan 1446 H, harga kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Sukoharjo terpantau relatif stabil, meski ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga.
Berdasarkan laporan perkembangan harga per Selasa (11/3/2025), beberapa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur ayam masih berada di kisaran harga sebelumnya.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo, Iwan Setiono, yang ditemui Selasa (11/3/2025), menyatakan bahwa kondisi harga bahan pokok masih terkendali.
"Secara umum, harga kebutuhan pokok di Sukoharjo stabil. Beberapa komoditas seperti cabai dan bawang putih mengalami sedikit penurunan harga, namun tidak signifikan,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, harga cabai merah besar turun dari Rp 39.500 per kg menjadi Rp 36.000 per kg, atau turun 8,9 persen.
Sementara itu, bawang putih mengalami penurunan sekitar 4,8 persen, dari Rp 44.000 per kg menjadi Rp 43.750 per kg.
Di sisi lain, harga beras premium masih bertahan di angka Rp 14.000 per kg, sedangkan beras medium stabil di Rp 13.000 per kg.
Harga minyak goreng curah juga tetap di Rp 15.000 per liter, sementara minyak goreng kemasan premium di angka Rp 21.500 per liter.
Iwan Setiono menambahkan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan memastikan ketersediaan stok tetap aman.
“Kami terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan barang di pasar,” katanya.
Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying.
“Jika ada lonjakan harga yang signifikan, kami siap mengambil langkah intervensi seperti operasi pasar untuk menstabilkan harga,” pungkasnya.
Pemantauan harga ini dilakukan di beberapa pasar utama di Sukoharjo, termasuk Pasar Ir. Soekarno, Pasar Bekonang, Pasar Tawangsari, dan Pasar Kartasura.
Pemerintah daerah (Pemda) berkomitmen untuk terus mengawasi pergerakan harga menjelang hari raya Idul Fitri guna menjaga daya beli masyarakat. (kwl)
Editor : Damianus Bram