RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo terus menggenjot program Serap Gabah dan Beras Petani (Sergab) guna mendukung kesejahteraan petani dan mewujudkan swasembada pangan.
Hingga pertengahan Maret 2025 ini serapan Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 947 ton dari target 1.396 ton.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani, menegaskan bahwa upaya ini selaras dengan arahan Presiden RI yang menargetkan swasembada pangan paling cepat pada akhir 2025 atau awal 2026.
"Petani kita harus mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil taninya. Masih banyak petani yang tidak memiliki daya tawar karena keterbatasan modal, sehingga mereka harus segera menjual hasil panennya untuk kembali bertanam," ujar Etik usai menggelar rapat koordinasi serapan gabah di ruang kerjanya, Kamis (13/3/2025).
"Oleh karena itu, pemerintah hadir dengan program sergab untuk memastikan petani tidak mengalami kerugian," imbuhnya.
Menurut Etik, dalam program ini, Bulog ditugaskan untuk menyerap hasil panen petani guna menjaga cadangan pangan pemerintah.
Hingga 11 Maret 2025, realisasi serapan gabah dan beras di Kabupaten Sukoharjo tercatat Gabah Kering Panen (GKP) 947 ton (67,83 persen dari target 1.396 ton). Sedangkan beras 112 ton (1,23 persen dari target 9.261 ton).
Untuk mencapai target tersebut, Etik meminta koordinasi yang lebih intensif antara Kodim 0726 Sukoharjo, Dinas Pangan, Dinas Pertanian dan Perikanan, Bulog, serta PERPADI. Sebab, terdapat potensi panen besar di Sukoharjo pada bulan Maret dan April 2025.
"Maret: 9.010 hektare 12 kecamatan, April 4.561 hektare 11 kecamatan, kecuali Kecamatan Weru. Kita juga akan memaksimalkan peran PERPADI Sukoharjo untuk mempercepat serapan beras. PERPADI memiliki kompetensi dalam urusan perberasan serta kecukupan modal usaha. Saya harapkan ada kesepakatan kontrak berapa persen produksi PERPADI yang akan dijual ke Bulog untuk mencapai target Sergab ini,” tegas Etik.
Saat ini, harga gabah dan beras di pasaran terpantau stabil dengan rincian bahwa Gabah Kering Giling (GKG): Rp6.500/kg, Beras Medium: Rp12.100/kg, Beras Premium: Rp13.200/kg.
Etik juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mendukung swasembada pangan.
"Kita harus memastikan sistem penyerapan gabah dan beras yang efisien serta harga yang adil bagi petani. Dengan begitu, semangat petani untuk terus berproduksi dan berinovasi akan meningkat," pungkasnya. (kwl)
Editor : Damianus Bram