RADARSOLO.COM – Penemuan bayi perempuan di area persawahan Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, kembali menggugah keprihatinan publik. Bayi malang tersebut ditemukan pada Rabu (26/3/2025) pagi, diduga baru berusia beberapa hari.
Kini, bayi yang diberi nama Aisyah, yang berarti "bertahan hidup", tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kapolsek Weru AKP Efendi Kristono, mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan intensif.
Pihak kepolisian juga telah menyerahkan bayi kepada Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo untuk proses perlindungan dan pemulihan.
“Kami sudah menyerahkan bayi ke Dinsos, sembari melanjutkan penyelidikan siapa orang tua yang tega membuang bayi perempuan itu,” ujar Efendi, Jumat (28/3).
Ditemukan di Kardus, Tangis Bayi Guncang Hati Warga
Bayi Aisyah ditemukan seorang petani di tengah area persawahan, tergeletak dalam kardus dengan kondisi masih merah—pertanda usianya belum genap satu minggu.
Suara tangis lirih sang bayi membimbing sang petani ke lokasi penemuan, yang cukup terpencil dan jauh dari permukiman.
“Kami menduga pelaku sengaja memilih lokasi tersembunyi untuk menghilangkan jejak,” tambah Efendi.
Kasus pembuangan bayi ini menjadi yang kedua dalam waktu kurang dari tiga bulan di Sukoharjo.
Sebelumnya, pada Rabu (8/1/2025), seorang bayi perempuan juga ditemukan di depan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Grogol.
Pihak kepolisian menyatakan telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus terbaru ini, namun identitas orang tua bayi Aisyah masih misteri.
Semantara itu, Direktur RSUD Ir. Soekarno, dr. Yunia Wahdiyati, menyampaikan bahwa kondisi bayi kini sudah stabil.
“Bayi menangis kuat, sudah mau minum, dan sudah buang air kecil serta besar. Usianya diperkirakan kurang dari tujuh hari saat ditemukan,” kata Yunia.
Setelah kondisi bayi dinyatakan membaik, pihak RSUD akan menyerahkannya kembali ke Dinas Sosial untuk penanganan lanjutan. (kwl)
Editor : Damianus Bram